Minggu, 01 Maret 2015

"Jacket Syndrome" The Book From Cilegon



Hallo guys, jadi hari ini aku baru aja ikut acara bedah buku “Waspada Jacket Syndrome” .
Ada yang udah tau? :D yap, cover depannya warna biru.. ada gambar 3 jaketnya gitu. Well, jadi sebenarnya sebelum masuk boarding, aku suka banget sama yang namanya talkshow, seminar, workshop,  training motivasi, termasuk acara bedah buku kayak gini :D Sedihnya waktu tau bakal nge-boarding,itu artinya bakal jarang dan nggak bisa kayak dulu sering hadir ke acara-acara kayak gitu.

But, Finally...  ada event bedah buku di sekolah. Seneng banget.

Tapi sayangnya, biasanya ... kalau ada seminar-seminar gini anak-anak pasti suka ngantuk, kan sayang banget. Kalau aku untuk acara-acara meinginspirasi kayak gini, apalagi misal diadain jauh dari rumah, jadi bakal banyak kenalan baru, inspirasi-inspirasi baru, nggak bakal bisa ngantuk ;D karena dari sebelumnya pasti kita udah tau siapa pembicara dan apa yang mau dibahas :) kalau sesuai minat. Pasti seru.

Mungkin ada juga, yang materinya kita suka, tapi cara penyampaiannya yang “gitu-gitu aja” alias monoton bikin bosen. alhasil ngantuk deh ;) tapi bagiku, karena suka, jadi tetap ‘terjaga’. Dan kalau penting, kita bisa catat.

First impression nya sama buku ini, (waktu dikasih liat sama pak ade) bukunya modern. Buku masa kini. taulah.. keliatan dari visualisasi nya. Bagus :)

Nah, yang aku khawatirin, di acara bedah bukunya anak-anak pada ngantuk dan males-malesan, padahal inikan ilmu, so harus semangat! :). Dan yang bikin lega, penyampain di acara bedah buku “Waspada Jacket Syndrome” ini seru banget! Mungkin pembicara selain jadi penulis, jago tuh nge-stand up comedy :D. Cara penyampaiannya easy listening, dan nggak ngebosenin, jadi nggak ngantuk juga. Cuman pegel aja lama duduk :D padahal pas selesai mau tau banyak lagi ilmu-ilmu dari beliau.

Namanya Robbani Alfan, dari cilegon. Mantan mahasiswa Teknik Elektro, Dan sebentar lagi mantan jomblo .-. (yg  ini nggak nge-stalk di fbnya, tapi dari bukunya ya :D  )
Kesibukkannya saat ini ialah sebagai owner bisnis kuliner  Den Bagus Tasty Chicken dan berkeliling Indonesia menyebrkan antivirus jacket Syndrome. Buku yang sukses dicetak tiga kali lebih tebal dari skripsinya dulu.

First impression sama orangnya, kayaknya pinter dan pendiem. (soalnya pake kacamata dan anak UGM (?) ) perkiraan bakal bedah buku sambil duduk aja, tapi pas udah ngomong, baru deh keliatan easy goingnya :D gerak sana gerak sini, ekspresinya dapet lah xD dan ini menghibur.

Jadi buku ini bercerita tentang....

Universitas, Fakultas, Prodi  dan embel-embelnya. Plus curhatan pengalaman penulis :D Pasti nggak sedikit orang pernah ngerasain “galaunya” milih yang namanya jodoh jurusan! Sama, aku juga. Dan yang parahnya, banyak juga yang mengidap virus “Jacket Syndrome”.

Milih jodoh, sama milih jurusan, sama-sama menyangkut masa depan. Jadi jangan sampe salah milih guys....

Ciri ciri orang mengidap “Jacket Syndrome” .  Banyak orang, kalau ditanya mau kuliah dimana? Pasti Jawabanya langsung universitasnya. Kenapa nggak jurusannya?
Nah, lebih baik kita pilih dulu jurusannya, baru deh cari univ yang bagus buat jurusannya itu. Jangan sampe “pokoknya gue mau masuk UI! Nggak peduli dah apa jurusannya” . Univ di indonesia banyak banget. Jurusannya apa lagi...

Tapi kenapa yang dipilih itu-itu aja?

Saat semua orang mengajak dan menganjurkanmu masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Penulis jurtru blak-blakan mencegah. “kalem sob, Coba pikir lagi..”
Siapa bilang jadi mahasiswa PTN itu enak? Beraaaat broo tanggung jawabnya. Bukan sebuah tugas ringan. Salah-salah pilihan ini bisa jadi kekonyolan tebesar. Dan kau tahu kawan? Penyebabnya adalah jacket Syndrome. Ini adalah virus ganas yang membius siswa SMA dengan gemerlap wara jacket dan nama besar kampus, tanpa diiringi visi yang jelas dalam memasukinya. Aaaarghh.. dasar makhluk jelek! Jacket syndrome. Kau harus segera dibasmi!!!

Bagi mahasiswa atau penumpang metromini, salah jurusan adalah hal bodoh yang tak boleh terjadi, sob. Sayangnya banyak yang baru sadar setelah lama “duduk” disana. Kebodohan ini kemidan ditutupi dengan berbagai alasan yang membenarkan. Hingga akhirnya, fenomena salah jurusan terus terjadi.

Waspadalah..Waspadalah..!

Oke guys, yang diatas barusan adalah blurb-nya. Intinya jangan sampai salah jurusan! Milih jurusan pake hati! Bukan karena gengsi!
Disini bukan berarti ngelarang buat masuk PTN. Kita boleh masuk PTN asal memenuhi 3 syarat : Luruskan niat, pakai waterpas kalau perlu :D . Pastikan kamu memilih jurusan yang benar-benar kamu minati, yang terakhir wajib sifatnya buat kamu bikin karya. Selama 4 tahun kuliah, minimal 1 karya pertahun!. Kalau passion, pasti bisa guys :)

Nah..  gimana bedain passion real, sama yang odong-odong?

Kalau passion real, kita rela bekerja dengan atau tanpa dibayar. Biasanya kalau udah passion, kita ngerjainnya sampe lupa waktu. Kalau passion odong-odong, kita lebih mempertimbangkan “Gaji” “upah” atau apalah namanya. Gitu guys...

Silau sama nama kampus membuat pilihan jurusan jadi nggak penting. Karena yang penting adalah warna jacketnya. Dan ini dia macam virusnya :

1.       Salah jurusan stadium 4 : terjadi saat kamu benar-benar nggak tahu sama sekali jurusan apa yang mau kamu ambil.
2.       Salah jurusan stadium 3 : ikut-ikutan tren. Kamu terjebak tren yang berkembang dimasamu.
3.       Salah jurusan stadium 2 : ngejar jurusan yang passing grade nya rendah.
4.       Salah jurusan stadium 1 : inilah stadium salah jurusan yang paling ringan. Virus tingkat ini masih bisa di toleransi. Penyebabnya adalah minimnya informasi. Banyak siswa yang bingung membedakan antara prodi pertanian, teknik pertanian, dan teknologi hasil pertanian. Dan sejenisnya.

Saat bedah buku, kak Robbani Alfan juga menyinggung soal jurusan IPS. Yang ‘katanya’ jurusan IPS masa depannya suram. Jadi ingat awal SMA, ketika masuk jurusan IPS, rasanya malu banget. I don’t know why-_-. Mungkin karena dari sekolah dan keluarga juga merekomendasinya ke IPA, jadi dokter.

Dan masih kemakan paradigma klise masyarakat “ kalau jurusan IPS itu tempatnya orang-orang bodoh, masa depan suram, males belajar, orang-orang buangan ( karena nggak masuk ipa),  orangnya brutal semua.” Wah ekstrim juga ya :D sempet sedih sih waktu itu masuk IPS, bukan karena nggak sesuai passion. Tapi karena peminatnya sedikit. Jadi ya ngerasa .. buangan.

Padahal nggak juga kok :) diluar sana masih banyak anak-anak ips yang gedenya jadi pengusaha sukses, jadi mentri, jadi presiden, nggak jadi dokter sih.. tapi jadi pemilik rumah sakitnya. Gimana? :)

So,  kita harus sadar dan jangan latah sama zaman, paradigma kita harus baru dan visioner guys. Nggak ada tuh ipa lebih pinter Math daripada ips ( itu semua karena semua orang berpikir seperti itu, jadilah kenyataan) padahal ips punya ekonomi dan akutansi. Ips lebih jago hafalan? Jangan  Iupa ipa juga punya biologi guys :) yang namanya MATEMATIKA itu ilmu terpisah, yang harus anak ips sama anak ipa masterin.
Jadi sekarang harus bisa lebih PD dengan identitasnya masing-masing. Jadi sebaik-baiknya anak ips, jadi sebaik-baiknya anak ipa, bahasa, agama, atau lain-lain. yang nantinya kita semua bisa bekerja sama .. ya nggak? :)

Nggak ada yang lebih bagus dan lebih tinggi derajatnya dalam jurusan. Semua tergantung passion kita! Yang terpenting dijurusan itu kita bisa enjoy dan akhirnya menghasilkan berjuta prestasi dan manfaat untuk sekitar.. indah kan?

Mulai sekarang, harus jujur sama diri sendiri guys, PD sama apa yang kita sukai.. jangan kebanyakan gengsi. Nggak ada untungnya sama sekali ... :D

Thanks ya buat panitia penyelenggara, dan kak Robbani Alfan and the genk  the team yang udah mampir ke ceem, membagi ilmu dan pengalamannya, dan menginspirasi  saya buat post kali ini, setelah sekian lama nggak nge-post. Tetap menginspirasi kak! Envy udah bisa menghasilkan buku, semoga saya menyusul. Aamiin :D

Sudah saatnya, kita sadar sob. Yang ngaku masih muda, tunjukkan jiwa mudanya! don’t be part of trouble but be part of solution. berkaryalah anak muda.. :)

Buat yang mau tau lebih lanjut tentang fenomena paradigma perguruan tinggi  di indonesia, silakan baca bukunya aja yaaa:) Sukses buat semua.. Tujuh tahun masa mudamu menentukan 70 tahun hidupmu selanjutnya.
               
               And the last,
               Katakan TIDAK pada Jacket Syndrome ! Waspadalah...Waspadalah!






Khairunnisa Azzahra,


14 February 2015








0 comments:

Poskan Komentar

 

Everything is Inspiring! Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template