Sabtu, 14 September 2013

Mengenal Sejarah Sang Penakluk Konstantinopel (Resensi)




Sebenarnya ini adalah tugas Resensi Bahasa Indonesia disuruh buku ilmu pengetahuan. Maka saya pilih Muhammad Al Fatih 1453 karangan Ustd Felix Y. Siauw. Bukunnyaaa kereeeenn.. Thumbs upp!
           Judul Buku          : Muhammad Al Fatih 1453


Pengarang          : Felix Y. Siauw
Penyunting         : Salman Iskandar
Penerbit              : AlFatih Press
Tebal                    : xxvi; 20,5 cm + 138 Halaman
Berat Buku          : 400 gram








Buku ini mengisahkan ketika dunia hanya mengenal dua wilayah; Barat dan Timur. Ini adalah persaingan antara dua negara; Imperium Romawi dan Khilafah Islam. Ini adalah cerita saat dunia terpolarisasi menjadi dua bagian; kristen dan Islam. Ini adalah epik antara dua kekuasaan; Byzantium dan Utsmani. Pada suatu masa ketika dunia hanya terbagi menjadi dua bagian, sudah menjadi kewajaran bagi barat untuk menaklukan Timur. Kisah di buku ini adalah salah satu pertempuran paling penting dalam sejarah islam dan sejarah dunia. Pertempuran yang sangat berpengaruh pada relasi Kristen dan Islam. Serta panglima terbaik yang telah diramalkan oleh Rasulullah SAW.

Kebangkitan Islam bukanlah suatu perkara yang mustahil terjadi, Islam dan kaum Muslimin akan menunjukkan kepada dunia bahwa bisyarah (kabar gembira) Rasulullah pasti akan terjadi, walaupun fakta dan realita menunjukkan hal ini tidak mungkin terjadi, kaum muslimin seharusnya tidak perlu takut pada fakta dan realita yang tidak mendukungnya, sebab kita memiliki bisyarah Rasulullah yang menjadi tempat berteduh saat disaat terik dan tempat berharap disaat keputusasaan.

Sejarah, dan bahasa adalah dua hal yang selalu disukai oleh para Khilafah, saya yang tadinya tidak menyukai sejarah setelah membaca buku ini, dampaknya sangat luar biasa, kini saya memahami arti penting dan seberapa pentingnya sejarah. Sejarah pasti akan berulang, begitulah ucapan yang sering kita dengar tentang sejarah, biasanya petama kali terjadi, tidak banyak orang yang mengambil pelajaran darinya, oleh karena itu dia akan kembali mengulangi dirinya agar diingat oleh ummat manusia. Jadi salah ternyata  jika saya memiliki pandangan bahwa “ apapun yang terjadi itu masa lalu, dan samasekali tidak ada hubungannya dengan saya, tidak penting bagi saya”. 

Dalam buku ini, tepatnya dibagian prolog adalah awal dimulainya sejarah penaklukan konstantinopel. Diawal, dijelaskan tentang kota konstatinopel dengan begitu detail dan jelas. Konstatinopel sebuah kota yang kabarnya didalamnya terdapat gereja yang jumlahnya lebih banyak dari jumlah hari dalam setahun. Disetiap jalannya dikerasi oleh batu-batu salah satunya batu marmer. Didalamnya terdapat bangunan termegah dimasanya, namanya gereja Hagia Sophia (simbol krsiten ortodoks). Yang kubahnya mampu bertahan ribuan tahun. Sampai ada seorang pengembara Rusia yang masuk lalu mengatkan dan menuliskan dalam bukunya “kami takjub dengan gereja ini, tatkala kami masuk, kami tidak tahu lagi tersesat dimana, bahkan kami tidak bisa membedakan apakah kami masih berada didunia atau sudah berada di syurga”.

Keinginan kaum muslimin menguasai konstatinopel lebih mulia dari hanya sekedar penghargaan, kekuasaan, apalagi materi. Konstatinopel lebih dari itu, ia adalah sebuah kota yang kepada kaum muslimin oleh Rasulullah SAW  : Berkata Abdullah bin Amru bin Ash: “Bahwa ketika kami duduk di sekeliling Rasulullah saw untuk menulis, lalu Rasullullah ditanya tentang kota manakah yang akan futuh terlebih dahulu, Konstantinopel atau Roma. Maka Rasulullah saw menjawab. ‘Kota Heraklius terlebih dahulu’, yakni Konstantinopel” (HR. Ahmad) Oleh karena itu ekspedisi Sultan Mahmed 2 bukanlah ekspedisi biasa, ekspedisi yang dipimpinnya ini adalah ekspedisi kerinduan selama 825 tahun. Muhammad Al-Fatih adalah pemuda yang mengukir namanya dala sejarah emas dunia, dengan prestasi pencapaiannya yang tidak pernah ada pada masanya ataupun sebelumnya. 

Susunan kata dalam buku ini sangat sitematik, mengalir, mudah dimengerti, dan jelas. Buku ini sangat direkomendasikan untuk anda yang menyukai sejarah atauoun motvasi selain karena isinya adatu hujjah dalam bukunya, sang penulis Ustd Felix Y. Siauw telah membaca 40 buku tentang Kekesatriaan dalam Islam, Pembebasan Kosntantinopel serta kepribadian Muhammad Al Fatih baik sejarawan Kristen ataupun Muslim. Ia adalah seorang Islamic inspirator dan sekarang menjadi trainer Asia Tenggara. Setelah memilih menjadi seorang muallaf 9 tahun yang lalu. Buku Muhammad Al Fatih 1453 merupakan buku ke-2 Beliau setelah buku “Beyond The Inspiration” yang sudah tembus penjualan 10.000 eksemplar.

Di akhir buku ini, setelah kisahnya berakhir, terdapat epilog dan dua judul tambahan yang merupakan tulisan asli penulis,  yaitu: Al-Fatih the Next: Pavement to Rome dan Al-Fatih The Next: Mehmed II Legacy. Yang salah satu pembahasannya dalam Al-Fatih the Next adalah tentang metode pendidikan yang diterapkan kepada Muhammad Al-Fatih sehingga memiliki kepribadian yang begitu mempesona dan keahlian yang sedemikian banyak disamping ketakwaan individuanya yang luar biasa.

 

         
“Kalau seandainya ada pemimpin muslim yang tidak pernah masbuq dalam sholatnya, tak pernah putus sholat wajib dan sholat malamnya sejak baligh, dialah Sultan Muhammad Al Fatih.” (Syaikh Aaq Syamsuddin-Guru Fatih Sultan Mehmed)

 
 
 

0 comments:

Poskan Komentar

 

Everything is Inspiring! Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template