Rabu, 22 Mei 2013

Qanaf Badi, Pria Tua yang Kumpulkan Lembaran Al-Qur’an di Tempat Sampah

 


 
 
 
 
Sedari subuh, pria tua usia 70 tahunan ini sudah mulai meninggalkan rumahnya di kota Sanaa, Yaman. Ia kemudian memulai aktivitasnya mengorek tempat-tempat sampah yang ditemuinya. Ia bukan pemulung. Namun, ia mencari lembaran-lembaran yang memuat ayat-ayat Alloh.
Sudah lima tahun terakhir ini, hari-hari Qanaf Badi diisi dengan kegiatan ini. Dirinya memulai saat ia menemukan enam al-Qur’an, kitab suci umat Islam, yang sudah usang, dibuang pemiliknya ke tempat sampah di Sanaa. ”Saya sedih sekali. Sejak saat itulah saya mulai mengumpulkan lembaran-lembaran Qur’an yang saya temui di mana saja,” ungkap Badi lirih, seperti dilansir Yemen Times, awal bulan ini.

Tidak hanya lembaran kitab suci yang dikumpulkan Badi. Tanpa mengenal lelah, dia juga kerap membawa pulang lembaran yang di dalamnya memuat kalimat-kalimat Alloh, termasuk lembaran majalah, kaligrafi, bahkan undangan pernikahan.
Rumah Badi tidaklah besar. Lima tahun menggeluti aktivitas mengumpulkan lembaran al-Qur’an, membuat rumah yang ditempatinya bersama istri dan ketiga anaknya penuh dengan kertas. Bahkan, kertas-kertas itu menumpuk hingga memenuhi ventilasi dan loteng rumahnya.
Jumlah lembaran Qur’an yang telah dikumpulkan Badi diperkirakan mencapai 3.000 lembar. Lembaran-lembaran itu dijaganya agar tidak kotor, ditutupi dengan terpal agar tidak berdebu atau basah karena hujan. ”Kertas-kertas itu beterbangan ketika ada hujan dan angin. Suami saya mengumpulkannya lagi dan membereskannya. Sangat melelahkan melihatnya bekerja,” kata istri Badi.
Meski ada tetangganya yang menganggapnya gila, namun anak-anak mantan pekerja pabrik tekstil ini bangga dengna apa yang dilakukan ayahnya. Mereka mengatakan ayahnya terkadang membagikan al-Qur’an yang ditemukannya ke sekolah-sekolah.
Cara yang Benar Memusnahkan Al-Qur’an
Menurut para ulama, memusnahkan al-Qur’an dengan membuangnya ke tempat sampah bisa diartikan penghinaan, dan dapat dikenai hukuman mati. Tahun 2009 silam di Sanaa, rumah seorang pria dihancurkan massa karena ketahuan merobek dan menginjak-injak kitab suci al-Qur’an.
Menurut Ibrahim Al-Jabri, direktur bimbingan dan instruksi di kementerian agama Yaman, cara terbaik memusnahkan kitab suci adalah dengan menguburnya atau membakarnya hingga habis. Dengan cara tersebut, tidak ada ayat-ayat al-Qur’an yang dihinakan.
Tapi Badi tidak tega menyerahkan lembaran-lembaran yang dikumpulkan untuk dimusnahkan. Dia lebih suka kitab suci itu diberikan ke sekolah atau masjid. Dia menghimbau pemerintah untuk melakukan kampanye cara yang benar dalam memusnahkan kita suci.
Sebenarnya dinas kebersihan Sanaa telah menyediakan kotak-kotak besi di beberapa tiang listrik untuk membuang kitab suci, atau kertas-kertas dengan asma Alloh yang tidak lagi bisa dibaca atau rusak. Jika sudah penuh, pemerintah akan membakarnya. Namun, tetap saja ada warga yang membuangnya sembarangan.
Melihat kenyataan inilah, Badi berkomitmen untuk meneruskan pekerjaannya mengumpulkan lembaran al-Qur’an hingga ajal menjemputnya. “Saya tidak akan berhenti memungut lembaran ayat Alloh. Saya tidak bekerja untuk diri saya sendiri, tapi untuk Sang Pencipta,” tegasnya. 
(Fimadani)

0 comments:

Poskan Komentar

 

Everything is Inspiring! Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template