Selasa, 02 April 2013

Seni Menjemput Kebahagiaan








http://www.bersamadakwah.com
Sebagai seorang muslim, kita bisa selalu bahagia setiap hari. Kita punya Al Qur’an yang bisa kita baca dan pahami setiap waktu. Saat gundah terasa menyiksa jiwa, Al Qur’anlah penawarnya. Saat ruhiyah kering karena masalah, sholat dua rakaatlah obatnya. Saat hati kesal dengan seseorang, bukankah kita tetap bisa bahagia dengan sikap bersabar dan memaafkan. Saat uang tak ada lagi di genggaman, bukankah kita tetap bisa bernafas dengan lapang dan menjernihkan ikhtiar untuk mendapatkannya. Saat makanan yang dihidangkan tak sesuai selera, bukankakah kita bisa menikmatinya dengan membayangkan itu adalah makanan paling lezat di dunia. Kita bisa mensugesti sesuatu yang tak enak menjadi enak dengan pikiran kita.

Apapun masalah yang kita hadapi, semuanya pasti ada solusi untuk mengatasinya. Allah memberikan masalah bukan untuk membuat kita lemah tapi untuk menyadarkan kita akan pentingnya menggunakan setiap hal dalam diri kita untuk mengatasinya. Sekali lagi tak ada masalah yang tak ada solusinya.

Tak ada hujan yang terjadi setiap hari. Tak ada panas sepanjang tahun. Tak ada banjir yang datang setiap waktu. Tak ada jalan yang selalu lurus. Tak ada jalan yang selalu berkelok-kelok. Tak ada laut yang selalu tenang. Tak ada pula laut yang selalu berombak. Tak ada angin badai setiap saat. Tak ada gunung yang setiap hari meletus. Semuanya berjalan pada waktunya saja. Dan kehidupan kelak akan kembali normal.

Hidup adalah pergiliran masa. Tak ada kehidupan yang tenang-tenang saja. Seperti tiadanya kehidupan yang selalu didera dengan ujian-ujian. Tak ada kehidupan abadi. Semuanya akan melalui giliran dan tahapan. Bukankankah kita saat ini adalah proses panjang dari fase-fase kehidupan yang telah kita jalani. Satu hal yang pasti kehidupan adalah seni menikmati pergiliran kondisi.

Tak ada yang aneh dalam kehidupan ini. Semuanya berjalan normal-normal saja. Semua orang pernah merasakan sedih. Semua orang juga pernah gembira. Semua pernah meraih sukses. Setiap orang juga pernah merasakan kegagalan. Semuanya berjalan sesuai dengan fase-fase kehidupan yang memang telah digariskan.

Seperti sebuah pertunjungan seni yang mengundang decak kagum para penikmatnya, begitulah kehidupan ini mesti dijalani. Kita adalah para aktor kehidupan yang harus menampilkan keindahan dalam setiap skenario kehidupan. Kita mesti menikmati setiap giliran kondisi hidup dengan seni. Kadang-kadang kita harus memerankan sikap bersedih dan ada kalanya kita mesti memerankan sikap bahagia. Jika para aktor di dunia peran sangat menjiwai peran yang dimainkkannya, mengapa kita aktor kehidupan nyata tak pernah sukses memerankan lakon yang mesti dijalani?

Kita adalah hamba yang dilahirkan untuk menikmati kebahagiaan. Jadilah aktor serba bahagia. Ingat, takkan ada kesedihan yang sanggup mengalahkan pribadi bersabar. Tak ada kesenangan yang mengkufurkan pribadi bersyukur. Milikilah seni 2S (Sabar & syukur) ini dalam menikmati pergantian proses kehidupan. Syukur dengan hadirnya nikmat dan sabar dengan datangnya masalah. Pada akhirnya semuanya akan mendatangkan kebahagiaan. Karena kebahagiaan adalah milik kaum muslimin dimanapun berada.

Selamat menjemput kebahagian

0 comments:

Poskan Komentar

 

Everything is Inspiring! Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template