Selasa, 12 Februari 2013

Menghafal...Lalu Lupa. Berdosakah?!




 
 
Lupa adalah karunia dari Allah swt kepada manusia. Kalau tidak lupa bukan manusia namanya. Karena Rasulullah Saw bersabda bahwa manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Lupa juga juga merupakan fitrah yang Allah berikan kepada manusia. Tidak ada manusia yang ingat segala sesuatu dan terus-menerus hafal' karena demikian banyaknya hal yang harus diingat dan dihafal.


Kaitannya dengan menghafal al-Qur'an, lupa adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan menghafal. Bahkan, lupa ketika menghafal hal yang biasa dan harus dinikmati. Yang menjadi persoalan ketika melewati saat-saat menghafal yakni menyiasati 'penyakit' lupa ini agar ia tidak terlalu menghantui Anda yang sedang menghafal. Lebih jauh lagi kita harus memahami dan mengenal karakter menghafal. Menghafal bagian dari kegiatan mengingat. Malah, kegiatan yang selalu banyak menguras ingatan dan menggali serta mengasah daya ingat. Walaupun ekstra, tapi apabila dihayati dan terus-menerus dilatih maka suatu saat kegiatan menghafal ini akan berbalik menjadi nikmat dan kesenangan. Di samping, kegiatan menghafal dan mengingat dalam jangka waktu yang panjang juga akan memperkuat memori dan daya ingat seseorang tentang berbagai hal apapun dalam hidup ini.

Ya begitulah, ketika Allah menyuruh sesuatu yang menantang kepada manusia untuk dilakukan, maka tentunya di situ menyimpan berbagai hikmah yang dalam dan bermanfaat buat kemaslahatan manusia itu sendiri. Tidak selalu dibayangkan sebagai sebuah beban apalagi kesulitan. Jikalau itu berbentuk kesulitan, itu tidak lain semata-mata hanya untuk memberi jalan untuk menggapai kemudahan yang datang setelah itu. Hal ini dengan tegas Allah uraikan dalam firman-Nya yang sangat indah dalam surah al-Insyirah 5-6:

'Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan dan sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.'

Lupa ketika menghafal...Berdosakah?!

Mengingat menghafal al-Qur'an paling banyak memberikan porsi terjadinya hal kelupaan, maka sebagian orang yang menekuni dunia hafal-menghafal (khususnya menghafal al-Qur'an) menanyakan: "Apakah orang yang menghafal al-Qur'an lalu ia lupa akan berdosa? Padahal ia memiliki kesibukan yang demikian banyak?"

Jawaban:

Jawaban yang benar adalah tidak berdosa. Tapi sebagai seseorang yang menggeluti kegiatan menghafal al-Qur'an dan terus berusaha melakukannya, sudah selayaknya ia memperhatikan posisi al-Qur'an yang dihafalkannya itu dalam hidupnya dan selalu berusaha untuk mengulang-ulangnya sehingga tidak mudah lupa. Entah itu lupa sedikit, banyak apalagi lupa semuanya tak berbekas. Hal ini dilakukan dalam rangka untuk mengamalkan hadits Rasulullah Saw yang berbunyi:

تعاهدوا هذا القرآن فوالذي نفسي بيده لهو أشد تفلتا من الإبل فى عقلها

"Jagalah al-Qur'an ini. Demi Allah yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, al-Qur'an itu lebih cepat hilang dari seseorang daripada seekor onta dari ikatannya."(HR. Syaikhoin)

Namun hal yang terpenting yang harus diperhatikan baik-baik adalah mentadabburi maknanya dan kemudian mengamalkan isinya. Barangsiapa yang mengamalkan isinya maka Insya Allah al-Qur'an akan menjadi hujjah laka (pembela) bagi kita. Sebaliknya, ia akan menjadi hujjah alaika (pencelaka) apabila kita tidak memahami kandungannya dan mengamalkan isinya.

Memahami, Mengamalkan diawali dari Menghafalkan:

Sentuhan al-Qur'an memang begitu indah pada jiwa manusia. Kelembutan maknanya akan menggedor kerasnya hati seseorang. Begitulah yang terjadi pada kafir quraisy yang bernama Utbah bin Rabi'ah tentang kehebatan al-Qur'an ini. Ia mengakui kehebatan al-Qur'an dalam memberikan petunjuk kepada siapapun kepada Allah, termasuk kepada dirinya, meski ia tidak juga masuk Islam. Tapi kelembutan al-Qur'an ia akui, sangat dahsyat.

Memahami al-Qur'an itu wajib. Karena tanpa memahami bagaimana kita seseorang akan bisa mengamalkan ajaran al-Qur'an. Nah, agar lebih mudah memahami dan mengamalkan, maka kegiatan menghafal bisa dijadikan sebagai sarana untuk melekatkan makna al-Qur'an di dalam sanubari kita. Menghafal, memahami dan mengamalkan bisa jadi satu paket untuk melakukan dan mengaplikasikan nilai-nilai ajaran Allah yang termaktub dalam al-Qur'an.

Dengan menghafal, seseorang akan selalu teringat perintah Allah di dalam ingatannya, sehingga segala titah Allah senantiasa segar dalam ingatannya dan ia akan lebih mudah menghadirkannya kembali dalam keseharian, di manapun dan kapanpun.

Memahami, akan membantu seseorang dalam menghafal teks-teks al-Qur'an. Begitu pula, mengamalkan apa yang terkandung dalam al-Qur'an juga akan memperkuat proses pemahaman dan hafalan. Semakin sering ketiga hal ini diimplementasikan dalam kancah kehidupan secara bersamaan maka akan semakin melekat dalam dada seseorang. Bahkan implementasi ini juga akan terefleksikan dengan seluruh anggota tubuh. Inilah hakikat mengamalkan al-Qur'an itu. Semua panca indera dan anggota tubuh ikut menghafal dan saling membantu dalam melaksanakan ajaran al-Qur'an. Diharapkan, semoga Allah memudahkan aktifitas ini.

Jadi, apabila kita kembali kepada pertanyaan pada judul di atas, jawabannya adalah lupa yang mengakibatkan dosa adalah menghafal tanpa memahaminya lebih dahulu dan hanya sekedar menguji kapasitas memori yang telah Allah karuniakan. Tujuan menghafal untuk dipahami dan diamalkan kurang diperhatikan. Akhirnya, ruh menghafal al-Qur'an sedikit demi sedikit pudar tanpa bekas. Ayat-ayat yang pernah dihafal lenyap begitu saja tanpa pertanggungjawaban, na'uzubillah. Lalu, kalau begitu untuk apa menghafal?!

Karenanya, agar menghafal al-Qur'an benar-benar mengantarkan diri kita menjadi lebih kuat, maka menghafal harus dilakukan berangkat dari pemahaman yang benar dan bertujuan untuk taqorrub kepada Allah sehingga konsekwensi menghafal itu adalah untuk diulang-ulang dalam bentuk bacaan, dalam bentuk pemahaman dan pengamalan sehari-hari secara praktikal. Inilah hakikat menghafal al-Qur'an sebenarnya. Semakin banyak yang kita hafal dari al-Qur'an, maka Insya Allah akan semakin membuat diri kita lebih dekat dengan segala perintah Allah dan anjuran Rasulullah Saw.

Lalu, sudahkah Anda mengevaluasi tujuan Anda menghafal al-Qur'an?!

Wallahu A'lam

0 comments:

Poskan Komentar

 

Everything is Inspiring! Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template