Minggu, 17 Februari 2013

Masa yang Sulit

Masa masa yang sulit, kujalani saja walau rasanya sulit...... 
Sudah sekitar delapan bulan ku berusaha bangkit,
tapi terjatuh lagi, terjatuh lagi...
Pantas saja, ada pepatah yang mengatakan "Sukses bukan berarti ia tak pernah terjatuh, tapi bangkit setiap kali ia terjatuh." Ya, mungkin sekarang waktunya aku untuk mengamalkan kalimat itu. Inilah perjuangan.

Sampai sekarang, aku tak pernah mengerti..
Mengapa ini terjadi?
Mengapa kepadaku, bukan yang lain?

Belakangan ini, perasaanku begitu kacau..
Sangat kacau..
Kacau tak bertepi... sampai kapan?

Aku itu.. tipe orang yang gampang banget down, tapi gampang juga termotivasi, tapi stelah itu gampang banget buat down lagi. haha.. jadi begitulah, sangat membingungan.

Menurutku, tak bisa menjadi diri sendiri adalah hal yang paling menyiksa dihidupku.
Aku terlalu ingin menjadi si a, si b, si c. Aku terlalu ingin menjadi mereka, terlalu memuji mereka dan akhirnya merendahkan diri sendiri. Aku jadi pribadi yang pesmis, rendah diri, miskin rasa percaya diri T_T 
Mungkin berawal dari semester 1 di kelas 8.
Tak sekejap, tapi perlahan ku sadari.. perubahan yang drastis. Aku total berubah.
Aku sangat menginginkan diriku yang dulu..
Begitupun orang di sekelilingku..
Semua guru disekolah heran dengan tingkah lakuku.

Entah kenapa, rasa gelisah, galau, itu selalu menghantui hari-hariku..
aku berusaha bangkit. namun... rasanya sudah terlambat.
tapi, kata orang, gak ada kata terlambat!
akhhirnya aku bisa bertahan agak lama.. Dalam keoptimisan.
tapi rasa itu hadir lagi..Pesimis pun menguasai tubuhku,
Kata-kata dan pikiran negatif menyerangku bagai.. entahlah bagai apa, tapi yang jelas ini menyusahkan!
Lagi-lagi aku tenggelam dalam kegelapan..
Aku jadi takut menatap masa depan.. entah seperti apa? jika aku terus begini? 
padahal sudah kucoba beberapa tips untuk bisa menjadi orang yang kuinginkan.
setidaknya normal, 

Aku lelah dengan semua ini, ingin rasanya aku lenyap dari dunia..
Ah, tapi itu hanya kata-kata yang keluar saat aku unmood..

Kembali ke cerita, ini semua berawal dari semester pertama di kelas 8, dan aku tak menyangka.. ini menjadi berkepanjangan. Sampai sekarang, bahkan tambah parah. Semuanya terasa berantakan. Aku merasa sendiri. Berharap ada seorang 'malaikat' yang datang dan membantuku. Tapi ini bukan dongeng. Ini kehidupan yang nyata! Aku tak tau apalagi yang harus ku lakukan. Mungkin ada yang salah, Mungkin ada yang kurang..
Mengapa semua ini terjadi ya Allah..

Aku tak lagi punya gairah untuk belajar.. apalagi hidup.
Aku lelah..
Aku menyerah..
Aku bimbang..
Aku bodoh..
Aku nggak bisa..
Aku sedih..

Urusan sekolahku jadi kacau, nilai turun, ranking turun, semangat turun.
membuatku tak ingin peduli dengan semua ini.
Bisa dilihat dari buku tulis pelajaran, jika dibandingkan kelas 8 dengan kelas 7.
Kelas 7 begitu tertata dan rapih, telihat aku bersemangat sekolah.
Tapi kelas 8, semua tulisan kayak ceker ayam, ditambah lagi  gambar "benang kusut" dimana-mana.
Apalagi dibelakang buku tulis, tempat melampiaskan rasa bosanku. Dikertas'' ulangan juga seperti itu.
Membuat rasa bersalahku muncul, ingin sekali meminta maaf kepada semua guru''ku, Bukan amksudku untuk membeci meraka, karena aku juga tak ingin semua ini terjadi :'( Aku telah membuatnya kecewa. Aku sering sekali tidak mengerjakan tugas dari guru''ku dengan baik, aku juga tak serius mendengarkan guru saat mengajar.

Walau terkadang ada keberuntungan, aku tidak belajar saat ingin ulangan, tidak mendengarkan pelajaran, tapi pas ulangan nilaiku sama dengan mereka yang belajar. itu artinya, apalagi jika aku belajar? pasti aku bisa dua kali lipat dari yang ini. Hmm.. 

Jika belajar, pikiranku melalang buana. Bercabang kemana-mana. Sulit untuk sama yang namanya fokus.
Sesekali kudengar guru itu bicaara, tetapi lewat begitu saja. 
Dan parahnya,
Sekarang, nggak ada lagi keinginan buat dapet nilai bagus. padahal dulu, nilaiku Alhamdulillah.. selalalu diatas rata-rata bahkan tertinggi.
Sekarang, nggak pernah belajar kalau ada ulangan. padahal dulu, aku selalu belajar dengan sungguh-sungguh.
Sekarang, tugas sekolah alias PR jadi berantakan. Padahal, dulu aku rajin sekali ngerjain PR, semua selalu terkumpul, bahkan sebelum deadline.
Berusaha nggak peduli sama yang namanya nilai, rapot, dan point di sekolah.
Jadi, Ya kalau nggelanggar peraturan sekolah sedikit, ya gak masalah,
padahal dulu.. aku anak yang sangat taat sama peraturan.
Tak jarang juga aku tidur saat pelajaran, ya lebih tepatnya hanya memejamkan mata.
Bawaanya selalu ngantuk. Padahal aku selalu duduk paling depan.
Sudah tak ada lagi kepedulian untuk semua ini.
Semua membosankan.
Aku ingin sesuatu yang baru.
Batinkun bergejolak.

Percaya atau tidak, Setiap malam aku selalu menangis.. ya, aku orang yang sensitif (gampang banget buat galau) You know i'm cengeng person. Udah jadi rahasia umum di kelasku, akulah si raja galau (memalukan memang) Baru aku bisa tidur.. itupun diatas jam 12, paling cepat jam setengah 12. Aku nggak bisa tidur cepat dimalam hari, Sedangkan di sekolah, bawaanya selalu mengantuk.

Emosiku saat ini lagi nggak stabil. Kalau sedih, sedih banget. Kalau seneng, seneng banget. Dan bisa berubah dalam waktu cepat.
Apakah semua rasa kacau ini,
hanya peroses pendewasaan?
atau..
jiwaku yang bermasalah?
entahlah..
Yang jelas, ada yang salah pada diriku.

Sudah bisa ditebak hasil dari semua ini. Nilaiku semester pertama turun drastis.

Batinku memuncak saat penerimaan rapot. Suasana semakin sulit, Ranking ku turun.
Awalnya aku ranking satu, bahkan dari SD aku bisa mempertahankannya sampai kelas tujuh.
Tapi sekarang, kelas 8? rankingku turun jadi ranking 6.
Saat itu, sebenaranya aku malah senang. Karena rencanaku selama ini berhasil, ya jadi orang yang biasa-biasa saja. (ini karena aku sedang bermasalah). Sekarang aku sadar, aku menyesal.Tak seharusnya ku lakukan ini.
Semua guru bertanya-tanya.
Orangtuaku sedih.

Sebenarnya aku khawatir dengan jabatanku sebagai wakil ketua osis disekolah, seharusnya aku bisa menjadi teladan, menghasilkan ide'' yang inovatif. Tapi kenapa jadi begini. Aku juga khawatir dengan level hafalan Al-Qur'an ku disekoalah, aku ada dilevel Tim takhassuss, level tertinggi, yang targetnya juga tinggi. Harusnya aku semangat menghafal. Alhasil target keteteran. Ingin rasanya aku mengundurkan diri dari semua jabatan itu. Tetapi apa alasan yang tepat? dan pasti guru juga nggak bakal ngabulin.

Selintas terpikir dibenakku, andai aku bisa jadi shafa ( salah satu teman sekelasku, yang pendieeeem banget. sama sekali nggak mau ngomong). Menurutku dengan begitu, ia tentram'' saja. Tak perlu menanggung amanah-amanah seperti aku. Yang sering menjadi ketua kelompok. atau semacamnya. Ah.. andaikan aku bisa lebih PD, lebih optimis, lebih ambisius. Pasti nasibku tak seperti ini, karena guru guru selalu bilang, kalau aku sebenarnya punya potensi yang luar biasa.Tapi aku sendiri tak bisa mempercayainya-__-'' Sudahlah, tak boleh berandai andai, itu pintunya setan. Astaghfirullah.. Rumput tetangga memang selalu tampak  lebih hijau, padahal tak begitu jika aku banyak bersyukur.

Ku salahkan diriku lagi.
Setelah ku paksaan diriku melakukan semua kesalahan-kesalahan itu.

Entah sampai kapan aku begini.
Tubuh ini seakan kaku, ketika orang-orang, teman-teman,ataupun keluarga menanyakan "Gimana Rapotnya?"
Aku tak bisa berkata-kata.. bukan karena aku sedih turun ranking.
Sebanarnya bisa saja ku katakan aku rangking 6.
Tapi orangtuaku yang ada di sebelahku pasti sedih dan malu.
itu yang menyadarkanku. Aku terjebak dalam rencana bodohku sendiri.

Sudah beberapa kali aku ingin berubah, ya sedikit menyapa sang mentari.
Aku ingin bangkit!
Tapi selalu ada yang mengahalanginya. Selalu maju mundur.
Rasa ingin menyerah, mundur dalam perjuangan ini, sangat besar godaanya.

Ku kira, semester dua aku bisa berubah, tapiii.. ternyata tidak sama sekali!
Semakin hari, aku semakin merasa bodoh. bodoh. bodoh sekali!
Aku menolak semua tawaran lomba, Aku sengaja menurunkan semua nilai-nilai pelajaranku disekolah, Aku...... ah sudahlah! 
Aku benci diriku, aku bodoh karena melakukan hal'' yang bodoh.  Mengapa kulakukan semua ini?
Sebenarnya aku sudah sempat putus asa, tapi.. ternyata Allah masih sayang padaku, ia mengirimkan kasih sayangnya lewat orang'' disekelilingku yang terus memotivasi aku. "Ayo bangkit! selama ada ruh ditubuhmu, tak ada kata terlambat! bangkit! You're stronger than you think! "

Penyesalan yang ku cari-cari selama ini, akhirnya hadir jua..
Membuatku berfikir lebih dalam, lebih jernih..
Membuatku ingin merubah nasib ini dengan kerja keras.

Aku mendapatkan jawaban lagi "Bila dihatimu masih ada secuil harapan, berarti semua masih bisa diperjuangkan! SEMANGAT!!"

Yang membuat aku kuat sampai sekarang adalah Allah. Satu kata yang Luar biasa!
Selalu ada keindahan dalam setiap takdir-Nya..
Setiap ku bersimpuh pada-Nya. Mengadukan semua ini kepada-Nya.
Semua terasa indah..
Saat ku kembali pada-Nya.
Pikiranku terbuka menjadi jernih..
Menjadikan hati ini tenang..
Disinilah aku belajar ikhlas, tawakal, tegar, istiqomah, dan pelajaran hidup lainya.
Merasakan indahnya kasih sayang sang Pencipta..
Kembali kepada Sang Maha pembolak balik hati,
Kembali kepada Allah, yang Maha segala-galanya
Selalu menggoreskan senyuman abadi..:)

"Jangan bersedih karena sesungguhnya Allah bersama kita. Janji Allah itu pasti" Pertolongan Allah itu dekat, sangat dekat.

Seakan aku temukan jawabanya..
"Gagal dalam perjuangan bukan berarti kemunduran" :)

Karena semua cobaan-cobaan ini, semua masalah-masalah ini..
Aku jadi lebih kuat. Karena aku punya Allah, Allah yang Maha Besar, Maka masalah menjadi ringan jika Allah menjadi tumpuan.
Aku jadi lebih dewasa, Karena punya banyak pengalaman berarti.
Aku jadi semakin dekat dengan Allah. Karena ku rasa aku sangat membutuhkan-Nya disetiap denyutan nadiku, disetiap hentakan kakiku, disetiap hembusan nafasku, disetiap tetes tinta penaku, disetiap goresan pensilku, disetiap hati ini merintih menangis kesepian.
Dan Semua kejadian di Masa sulit ini yang membawaku ke dunia seni dan psikologi.

I think, I'm Crazy. Jadi aku sering membaca buku'' motivasi, mencari kata'' bijak dimanapun, buku anti galau, buku analisis tangan, tulisan di internet maupun dibuku semangat sekali ku lahap, atau bisa juga dari film, atau seminar motivasi, aku tertarik dengan semua yang berbau kejiwaan, motivasi, kata''bijak. Dari mulai buku catatan, gambar, foto, film, lagu, tempelan di kamar, semuanya penuh kata-kata motivasi. Salah satu film inspiring yang ku tonton adalah Taare Zameen Par dan 3idiots(All isWell). Ya kebetulan 2 film yang kusuka itu dari india semua, Dan memang penuh nilai pendidikan :) Aku bersyukur, pengetahuanku tentang psikologi jadi lebih dan lebih seiring pengalaman buruku. Haha..Ini semua mengantarkanku kepada dunia psikologi, sehingga aku tertarik dan bercita-cita ingin menjadi psikiater dan motivator :D

Berbeda lagi kisahnya dengan dunia seni.
Awalnya, aku sering menghabiskan waktu galauku dengan hal yang sia-sia, pokoknya nggak bermanfaat. Tapi seiring waktu, aku sadar... waktu itu sangat berharga. Aku tak ingin memupuk penyesalan. Jadi biasanya, kalau lagi unmood. Selain baca, ngafalin Al-Qur'an, atau dengerin murotal. Aku juga menjalani suatu pekerjaan yang sekarang menjadi salah satu hobbyku. Sekarang aku jatuh cinta pada seni. Seni itu indah.. sangat indah.. Lewat seni, kita bisa mengenal Allah sang Pencipta, karena Allah indah dan suka keindahan. Allah, menurutku Seniman Agung, tiada tara.... Ciptaan-Nya yang luar biasa indah diciptakan dengan penuh kasih sayang kepada hamba-hamba-Nya..(nggak ada alasan untuk kita nggak bersyukur, nikmat Allah mana lagi yang kamu dustakan? Allah bisa saja sekejap mengahncurkan dunia dan seisinnya. Kita sangatlah kecil) Jadi, seni itu kalau dibuatnya pake hati, nggak ada yang jelek :D Kalau kita belajar seni, itu artinya kita sedang belajar mengolah rasa. (aduh.. kalau soal rasa,, bingung deh ngungkapinnya, nggak bakal cukup diungkapin dengan kata-kata) Dan rasa, itu nggak mesti cinta-cintaan. Bisa juga lagi sedih, bimbang, kecewa, bahagia, ataupun marah. Semua bisa kita tumpahkan, lampiaskan, tuangkan semua rasa-rasa itu lewat seni :) Bebas! seni itu bebas, keluarkan semua kreativitas'' yang kita punya tanpa ada peraturan harus begini, harus begitu. Makannya Seni sangat sulit untuk dijelaskan dan juga sulit dinilai. Seni pun macam-macam, dan semuanya bisa kita nikmati. Bisa lewat gambar arsiran, ngelukis diatas kanvas, nada-nada melody dari piano, photography, biola, atau gitar, seni beladiri, sastra, puisi, cerpen, daann maasih banyak lagi.


Allah memang adil, Maha Adil. Selain Allah ciptakan butiran-butiran air mata dimuka bumi ini, Allah juga ciptakan BERIBU geris lengkung yang disebut dengan senyuman... :) Karena seharusnya kita lebih banyak tersenyum dari pada menangis. "Memang tak mudah tersenyum ketika hati menangis, tapi akan terasa indah ketika kita menyadari itu bagian dari kasih sayang ilahi, memang tak Mudah bangkit dalam keadaan terpuruk, tapi akan terasa indah ketika kita menyadari saat itu Allah sedang menyapa dengan cintanya."

Subhanallah, Allahhu Akbar, Indah sekali Cinta-Nya... 
 
Skenario Allah swt memang selalu mengagumkan. Unik. Dan terkadang tidak pernah terpikir sedikitpun oleh kita. Melalui jalan yang sulit maupun yang mudah. Yang panjang maupun yang singkat. Selalu ada hikmah dari setiap kejadian, yang kadang tidak kita pahami ketika kita mengalaminya. Namun, selalu harus ada syukur setelahnya :)

I wanna say thanks to Allah for everything... Alhamdulillah.. semua ini sangat berarti. Aku mencintai-Mu ya Allah.. Aku akan setia menunggu jawaban dari semua kesulitan ini, Aku percaya, aku yakin. Bahwa Allah sedang mempersiapkan yang terindah untukku, seiring ku lewati masa yang sulit ini. Itu yang membuatku bisa tersenyum dalam kepahitan. Mungkin begitu juga dengan kau :)

Tetap semangat! Lanjutkan Pejuangan..! ;D Nida, Ambar, Aufa dan Tsabita. Optimis! optimis remed.. hahah nggak lah ya.

Khairunnisa Azzahra, SMPIP Baitul Maal. 
Sabtu, 2 Februari 2013 




1 comments:

  1. biasanya dari kecil dapet ranking 1, tapi kelas 10 ini pindah sekolah ke sekolah yg bisa dibilang salah satu tersulit kak, dan sekarang ranking 3 nah semester 2 ini jadi selaluuu ketakutan, takut turun takut kalah karena yg ranking 4 dan seterusnya itu apa ya sengit persaingannya. ini uh mtk 1 aku udh dibwh yg rank 4 dia 100 aku cuma 92. aku takut bgt dan aku sama kyk kakak, sama bgt cengeng jg. wkkw curhat ya kak, kasih solusi dong biar ga terus2 sedih

    BalasHapus

 

Everything is Inspiring! Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template