Minggu, 10 Februari 2013

Jambore, kisah perjuangan yang mengharukan :’)


Malam ini, mungkin waktu yang paling tepat untuk menceritakan semua kisah tentangnya. Setelah setengah hari usai jambore aku mencari cari waktu yang tepat, namun tak kunjung datang. Jari-jari ini pun yang tadinya bingung harus dimulai dari mana menekan tombol keyboard. Akhirnya jari tengah menekan M dan jadilah kata Malam, dan lihat! Jari-jari ini mulai menari nari kecil mengisi lembaran yang kosong. Ku harap dan, aku yakin pasti jari-jari ini akan menari-nari anggun dengan lincahnya diatas keyboard yang indah..

Sangat sulit memang untuk mengawali, mungkin karena terlalu banyak yang ingin ku sampaikan :D Ya, jambore telah menggoreskan banyak kenangan, dan ini akan menjadi pengalaman berharga bagiku, dan bagi kita semua.

Berita tentang jambore memang sudah Kak Yayat sampaikan sebelum liburan, tapi aku tak tau kalau ternyata sampai seserius ini. Maklum, ini pertama kalinya aku mengikuti jambore. Aku ingat sekali, ketika liburan semester satu beberapa pengurus BEST datang ke sekolah untuk mengikuti sleksi peserta jambore. Termasuk aku. Aku sangat antusias, mulai dari facebook, SMS, sampai dunia nyata, aku terus bertanya-tanya tentang jambore. Terbukti ketika di sekolah aku orang pertama yang sampai dan aku orang yang pertama di wawancarai oleh kak Yayat untuk di sleksi. Jujur saja aku ragu, karena pengetahuanku tentang PRAMUKA masih minim sekali. Ingin sekali rasanya menambah wawasan tentang PRAMUKA, menambah pengalaman, juga menambah kenalan-kenalan baru di Tanah Tingal tempat Jambore dilaksanakan. Itulah alasan yang ku lontarkan ketika Kak yayat bertanya mengapa aku mendaftarkan diri.

Kegiatan wawancara sudah lama sekali usai, namun yang mencemaskanku pengumuman anak yang lolos sleksi jambore belum juga terdengar. Pengumuman pun dibacakan saat kepanduan, tepat 2 minggu sebelum hari-H. Dan sampailah saatnya dilapangan berkumpul dua regu akhwat, dan satu regu ikhwan. Seingatku, pada saat itu ada 2 orang ikhwan yang dijadikan cadangan berhubung keterbatasan peserta. Dan inilah! 30 manusia yang dipilih mewakili SMPI plus Baitul Maal untuk Jambore JSIT se-tangsel di Tanah Tingal, Ciputat pada Hari kamis, 24 januari 2013. Dan lihat, pada saat itu aku berdiri di depan dengan tenang dan santainya. Setelah beberapa hari itu, aku tidak bisa setenang dan sesantai itu. Persiapan jambore jauuh berbeda dari apa yang ku bayangkan. Aku menjadi ketua regu Al-Kindi (awalnya reguku bernama coklat, namun ada sesuatu yang membuatnya harus diganti) pada saat itu. ‘Hem, tugas yang berat’ aku bergumam dalam hati. Walaupun khawatir tapi masih dalam keadaan stay cool. Hahaha :D

Oke, lupakan masalah pelantikan itu. Adegan yang paling berkesan dan amat berkesan bagiku adalah 3 HARI berjuang bersama teman-teman jambore sebelum hari-H. Yaitu hari Senin, Selasa, dan Rabu. Hari Kamisnya hari-H. Subhanallah.. aku tak tau bagaimana menuliskan rasa lelahnya itu. Perjuangan yang sangat sangat sangat maximal kami lakukan pada saat itu. Keram, Pegel, Suara menipis (hahah apa coba menipis), sudah menjadi sahabat kami. Banyak sekali kisah-kisah perjuangan yang tak terlupakan.

 3 hari ini kami baru latihan yel-yel, belajar sandi, dan latihan saman juga untuk PENSI. (Aku baru tau kalau yel-yel jambore harus banyak formasi dan teriakan lantang dari ketuanya setelah menonton beberapa contoh vidio. Lagi-lagi sesuatu  yang sulit namun harus kulakukan) Alhasil kami latihan keras selama 3 hari itu. Pagi dibuat latihan, begitupun setelah pulang sekolah jam 4. Hari pertama, aku dan anggota kelompokku benar-benar berfikir keras untuk membuat formasi yel-yel. Benar-benar reguku membuat yel-yel sendiri tanpa kakak pembina. Karena sedikit pengetahuan, aku dan ersita (salah satu anggota reguku) mencari inspirasi lewat youtube. Saat itu pikiranku memang kacau, tak tau bagaimana akan jadinya. Ide sih banyak, tapi tetep aja susah, bingung harus mulai bagaimana. Sempet ada rasa pesimis dan putus asa, sampai ada anggota kelompokku yang menangis, menurutku disinilah peran aku digunakan sebagai ketua regu, harus bisa mengkondisikan anggota kelompoknya bagaimanapun keadaannya. (walaupun akunya sendiri juga lagi down tapi Alhamdulilah aku bisa lebih cepat mengatasi rasa kacau ini). Belakangan ini, sariawanku juga lagi parah’’nya. Lumayan sakit juga ketika harus memakai abotil. Bibir ini pucat karenanya ;D tapi tetep semangat buat jambore!

Hari kedua, seperti biasa pulang sore sekali, masalah sorenya sih biasa sekitar jam 6 kurang seperempat. Tapi capenya itu loh yang ruaaarrr biasa.  Cape jasmani juga rohani. Wkwk *plakk.. Malam hari pertama aku demam, mungkin karena kecapean. walaupun bisa diatasi. Tapi demamnya masih tersisa. Sampai-sampai aku hanya mengikuti 3 pelajaran dari 4 pelajaran gara-gara tidur di UKS. (awalnya sih niatnya cuman izin pelajaran pertama sama pak hasyim, eehh gak ada yang ngebangunin! Akhirnya sampe adzaan baru kebangun T_T). Anehnya aku sendiri yang minta surat izin ke UKS sama pak hasyim, ya jelas lah gak percaya, karena aku masih bisa ketawa’’. Ditambah lagi pas ditanya “kenapa mau ke UKS?” aku jawabnya “Mau tidur pak” bener’’ polos banget, sambil senyum’’ gitu. Hahaha Gak ada tampang sakitnya! Karena aku ingin mencegah penyakit itu tambah parah. (itu karena aku terbiasa tegar. Wkwk dalam keadaan sakit masih bisa terlihat gembira, *gubrakk* tapi setelah sampai di UKS mataku mulai berair karena demam. Kaki dingin, tapi nafas, badan, dan mata panas. Kepala pusing. Dan itu hanya aku yang tau) Alhasil setelah meminum madu aku tertidur puleesss sampai siang. Melewatkan 3 pelajaran.  Walau kata penjaga UKS disuruh gak ikut jambore. Tapi tetep mencoba semangat buat latihan jambore! Malemnya aku merasa seperti anak kuliah, terpampang kertas-kertas, buku paket, buku tulis, pulpen, stabilo, suara printer, Hp, eearphone, beserta laptop dengan lagunya yang mengisi kamar ku.

Hari ketiga, aku sama temen-temen jambore tambah maximal latihannya. Bersyukur kemarin bisa tidur, karena aku gak bakal istirahat lama kalau bukan pas sakit. Jam latihan ditambah dengan memakai beberapa jam pelajaran. Dan parahnya, kita baru latihan sedikit saman. (Alhamdulillahnya tim saman udah biasa latihan buat lomba). Di hari ketiga ada insiden kecil, kakiku tersandung di tangga sampai berdarah, huaa ngilu dan rasanya sakit banget. Suaraku juga sudah habis.. Tapi tetep semangat buat latihan jambore! Sorenya finishing yel-yel, barang bawaan kelompok, Hasta karya dan saman. Sangat beruntung Kak asnah mau membantu dan berkorban buat hasta karya reguku. Malamnya aku tidur diatas jam 12 karena pulang sekolah maghrib naik angkot mampir ke supermarket buat beli snack. Nah, abis itu baru mulai packing. HUAAAAAA CAPEEE BANGET! KERAAMM..PEGEL..SUARA ABIS! TERNYATA BAWAANYA BANYAK JUGAA.. Rasanya pulang pengen langsung tiduuurrr *Tepaaarr..*  taapi gak bisaaaa T_T

Yeaah!  Ku katakan selamat pagi, Ini saatnya aku berangkat, dengan wajah pucat dan memakai sweater karena lagi kurang enak badan.

3 hari 2 malam tenggelam dalam suasana jamboree.. Ahh.. rindu rasanya.. apalagi jika kuputar lagi video-vidio yang berhasil ku rekam.

Hari pertama.

Wah, ketika upacara pembukaan, lamanya.. bukan main! Ahahah.. untung saja diriku yang sedang sakit saat itu ternyata kuat. Salut Juga sama kakak senior yang jadi petugas ketika itu. Gerakannya begitu kompak. Upacara pembukaan ditutup dengan tarian missal sambil hujan’’nan.. Wahahah serrunyaa.. lumayan melemaskan kembali otot’’ yang tegang. Selanjutnya Lomba Yel-Yel. Ya Allah…. Berusaha keep calm sih saat itu. Padahal deg-degan! Maklum, belum berpengalaman, tak seperti Auliya yang sudah jago’’ tuh.. salut sama kalian. Hey princess pinus!^^ Setelah yel yel, berlanjut dengan lomba masak dan lomba hasta karya. 1 Kelompok dibagi menjadi 5-5. Aku sendiri berada di lomba hasta karya, dan apa yang terjadi, kelompokku selesai yang paliiiing akhirr.. pokoknya udah sepia banget! Bahkan regu tetangga ( al kibtiya) juga udah selesai. Tapi kita malah ketawa, bercanda, ngakak semua.. yaa mungkin untuk melepas rasa khawatir ;D. Akhirnya jadi juga! Saat itu kita membuat tas dari pelastik. Eh udah seneng’’ jadi. Tasnya MIRING! Karena jahitnya salah.. Aahahah.. kita menampakan wajah kesel, sedih, tapi ngakak semuaa.. wakakak tapi Nampak jelas teman’’ meremehkan kita. Walau begitu, aku dan teman’’ masih happy’’ ajaa.. ^^ Malamnya, ditutup dengan pentas seni. Perwakilan sekolahku menampilkan saman, kita baru latihan sedikit, sehingga harus mencuri’’ waktu untuk latihan disana. Tapi syukurlah, kita punya pengalaman lomba-lomba. Jadi hanya mengulang. Sesampai ditempat panitia tepatnya dibelakang panggung. Ternyata kita tampil diurutan ke 6 dari 7 tampilan! Ahahha haduh haduh… alhasil kita menunggu begitu lamanya, semua mengantuk, ada yang menguap, matanya berair, dan sebagainya. Ketika menjelang ingin tampil kita menari’’ sendiri di aula panitia itu. Ada yang melihat piala’’ yang begitu banyak.. dan bersemangat ria! Kakak panitia juga menitipkan kepada kita untuk menyemangatkan penonton yang dibawah, karena mereka sudah terlihat bosan. Yang aku suka di PENSI jamboree, kita bias gila’’an disiini.. hahah happy’’an sambil dengerin lagu. Sebenarnya ingin sekali cepat melewati hari pertama, karena ada SAMAN di PENSI dan YEL-YEL. Yang kutunggu-tunggu hanya hari kedua. Karena ada OUTBOUND! Hari ketiganya aku gak suka, karena ada Karnaval memakai baju daerah, itu ribet. That’s my opinion.

Hari kedua.

Whoaaamm..  untung saja ada 3 tenda. Cukup nyenyak ku tidur mala ini, kebetulan lagi gak sholat, jadi bangunnyya agak  siangg.. heheh. Hm, cukup sejuk pagi ini, tapi tetap saja tanah berlumpur siap menyambutku diluar. Yeah~ sudah terdengar samar-samar lagu selamat pagi (RAN) Lagu yang sering sekali diputar di jamboree ini. “Dan kuucapkan, Selamat pa..gi!” itulah kalimat yang paling ku ingat dri lagu itu. Oh iya! Senangnya.. hari ini kan jadwalnya Outbound. Setelah sarapan dan senam pramuka. Saatnya Outbound. Ada 2 wahana, yaitu di danau dan di pinggir kolam renang. Ini pertama kalinya aku memakai pelampung, dan banyak kejadian yang memalukan saat itu, ahahah. Tapi serru! Dan selanjutnya ada Satwa Ular, kita disitu belajar tentang ular, melihat secara langsung, dan.. berfoto bersama ular! Yey~ itu juga pertama kalinya aku memegang ular! Grrr~ Di hari kedua ini, tanah berlumpur semakin menjadi-jadi. Ternyata swalau alias sandal jepitku tak menjamin keselamatan ya, wkwk berapa kali aku hamper tergelincir, memang harus ekstra hati-hati. Ugh, kami selalu mengeluh. Karena sedikit mencuci kaki, kotor lagi, kotor lagi. Walau sebenarnya sudah biasa.. Dan lihat! Perkemahan kami sudah seperti kandang ba*i kata temanku, hahah dasar mereka. Tapi ada benarnya juga. Malamnya saatnya api unggun! Malam yang kutunggu’’. Ternyata, penyalaan api unggun di jambore ini jauh berbeda dengan perkemahan yang biasa aku ikuti. Rasa nasionalismenya begitu terasa. Begitu khidmat. Di api unggun kali ini sekaligus malam terakhir kami disini.. wah sedih juga.. PENSI kedua malam ini, kebanyakan nonton video gitu, aku ngantuukk beraaatt -___-‘’ tapii yang membuatku terpaksa bangun ketika video yang menceritakan seorang kakak pramuka yang melakukan pendakian ke puncak Mt McKinley di Alaska. Aku sangat penasaran ketika mendengar cerita itu, aku pun memaksakan mata ini agar terus terbangun. Walau berat sekali, tapi ternyata tidak sia-sia! Ceritanya sangat luar biasa! Ketika mendengar cerita perjuangan yang luuarr biasa, persiapan selama 3 tahun, pendakian selama 40 hari, dan sebagainya. Lama-lama aku bisa bangun dari tidurku sepenuhnya,apalagi ketika ku dengar salah satu kakak pramuka itu akhirnya meninggal dunia, tapi ia berhasil menancapkan bendera merah putih di puncak sana. Wuah cerita yang membangkitkan semangat sekaligus mengharukan. Aku saja baru tau sekarang, padahal kejadiannya sudah lama. Ialah kakak pramuka yang bernama “ Pungkas Tri Baruno”.

Hari ketiga.

Kali ini, aku bangun bukan dari dalam tenda, tapi dari sebuah sofa. (cerita lebih lanjut di fact jambore). Pagi ini berbeda. aku tidak mendengar lagu Selamat pagi (RAN). Karena aku bangun lebih awal. Selanjutnya senam pramuka, harus berjalan sedikit dulu untuk ke lapangan utama. Tidaakk! Hari ini lumpurnya sudah keterlaluan, ahahha. Mana aku memakai Rok~ ughh… setelah sarapan, selanjutnya persiapan karnaval. Sebenarnya agak gak niat sih nyiapinnya pas dirumah. Tapi, mau gimana lagi.. selama persiapan sampai berbaris, aku bener’’ unmood. Hehe abisan udah lumpur, masa pake baju daerah. Itu yang terus berputar’’ dalam otakku. Berbeda dengan beberapa temanku yang sepertinya ia.. ya setidaknya lebih niat untuk karnaval ini. Alhasil kalau jalan, pasti ngangkat’’ songket, karena becek itu.. ya lucu aja, anggun’’ pake kebaya, tapi bawaanya gede’’. Ahahha. Setelah kita berbaris untuk karnaval, ya kita akan keluar dari tanah tingal. Di perjalanan kita sibuk difoto. Wkwk. Ada kejadian lucu waktu itu. (cerita lebih lanjut di fact jambore). Setelah berpanas-panas ria, dan bernyanyi-nyanyi ria dipinggir jalan, Saatnya pengumuman pemenang segala macam lomba di tempat teduh ini. Banyak sekali orang tua, guru’’, kakak’’ pramuka, bahkan ada pak edy juga yang awalnya gak ada. Wah, aku saja sampai lupa ada acara pengumuman ini, aku telalu sibuk dengan semua acara yang melelahkan kemarin sampai sekarang. Kalau tau begitu, aku akan siapkan penampilan yang terbaik hari ini, bukan malah wajah unmood. Ahaha. Aku duduk bersama kelompokku dipaling depan. Perlahan, perwalikan setiap kelompok maju satu persatu, disitu aku tak banyak berharap. Aku cuek aja. Gak mikirin piala. Dan tahu tidak, saat itu aku malah menangis. Jadi kisahnya gini, Ketika pertama kalinya kelompokku dipanggil pertama, Syafiah (salah satu temanku) yang maju. Setelah lama sekali.. aku kira sudah tidak aada nama kelompokku yang disebut. Aku hiraukan kakak yang sedang mengumumkan, lalu aku menemani nida (salah satu temanku) untuk meminjam hp guru di belakang. Eh’ ketika dibelakng, aku kaget.. ternyata “ Al-Kindi” nama kelompokku diesebut lagi! Aku berlari kencang bermaksud ingin maju, ternyata sudah ada yang menggantikan. Disaat itu juga aku menangis. Tapi sambil tertawa terputus-putus bermaksud mengatakan bahwa aku baik’’ saja. (sengaja untuk menutupi kesedihanku saat itu), agak kecewa. Aku ingin sekali berdiri dipanggung sana, merasakan hasil dari semua perjuangan ini. Aku kembali duduk didepan, ternyata temanku disampingku menyaadari hal ini, dia berusaha menenangkanku (huhf, you know I’m cengen person). Aku duduk dan berusaha tenang, lama-lama aku bisa normal kembali. Karena memang saat itu banyak hal’’ yang membuatku tertawa, tersenyum, dan sorak-sorai bergembira. Terutama ketika regu dari sekolahku (SMPIP Baitul Maal) disebutkan.
Dan… sampai akhirnya Al-Kindi dipanggil sampai keempat kalinya. Aku maju dengan senangnya ;D, akhirnya aku bisa maju, memegang piala itu, dan menangkatnya tingi-tingi.. sebenarnya aku bingung, terlalu banyak lensa kamera disana. Aahahha. Dan yang lebih mengharukan lagi, Alhamdulillah ya Allah… Reguku mendapatkan JUARA UMUM, piala bergilir dari kwartir. Bahagia bercampur haru… sedikit tak menyangka. Karena jujur, piala yang tingginya melebihi aku itu memang sering dibicarakan oleh kakaknya, tapi aku tak terlalu menghiraukannya. Aku hanya bergumam dalam hati “Wah iya ya, gede banget. yang dapet piala itu pasti hebat banget” hanya sebatas kekaguman, tak lebih. Aku juga sering melihat selintas 3piala besar itu berjajar dengan piala’’ lainnya di ruang panitia. Tapi sama sekali tak ada bayangan untuk mendapatkannya. Aku memang tak seoptimis teman-temanku. Padahal aku ketua regunya. Tapi sekarang, Piala itu diserahkan untuk kelompok kami. Benar’’ rasa syukur yang tak terhingga tak putus’’nya ku ucapkan. Senang. Ya senang! Pertama kalinya ikut jambore, dan pramuka diskoleh kami juga belum semaju aulia ataupun sekolah lainya, kami juga latihan semua tanpa menyewa kakak pramuka. Alhamdulillah.. I wanna say thanks to God for Everything! J
Akhirnya perjuangan kami selama ini tak sia-sia, Piala ini kami pesembahkan untuk kakak’’ Pembina (kak asnah, kak ridha, kak haikal, kak jaka?, dll ;D), untuk orangtua, agama, sekolah, buat manusia’’ yang telah berjasa dlm acara jambore ini, dan buat smua temen-temen jambore yang udah berjuang max khususnya 3 hari menjelang jamboree ;D.
Aku bangga bisa diantara kalian semua, bisa berjuang bersama kalian. Kalian adalah pribadi’’ yang luar biasa!
Begitu banyak kenangan, pelajaran, pengalaman, maupun kenalan baru yang kami dapatkan di JAMBORE PERDANA JSIT ini. Pesanku, jangan puas sampai disini, buat mimpi-mimpi baru dan teruskan perjuangan!. Semoga yg udah ikut gak kapok lagi ya buat ikut jambore tahun depaann.. Hahaha… nggak lah yaXD

JAMBORE, I Will Miss Jambore Moments :' Missing jamboree hereee.. u.u apalagi kalau ngeliat foto'' sama vidio jamborenyaa .. rasanya kangen :')

Salam buat kakak'' pramuka : Ka erwin, ka wawan, ka jamal, ka ilham, ka rudi, ka zulfa, ka yayat, ka haikal, ka eni, dan semuanyaa :)

Lagu yang mengingatkanku pada jambore : Selamat pagi, Aku bisa, Jangan menyerah, dan lain lain.

Jambore Fact: 
> Waktu jambore aku lagi haidh sama sakit, jadi unmood aja bawaannya.. Tapi kalau soal have fun bareng temen sama ka haikal atau ka jaka itu bisa balikin mood aku :D
> Dari jambore ini, awal mulanya muncul nama ka haikal sama ka jaka, haha sbenarnya mereka pak halim dan pak yayat. kalau nama ka haikal muncul gara'' kita sapa " hai ka..hai ka.." trus pak halim bilang " tau aja nama kakak haikal" *loh? *gubrakkk.. haha
> Jambore ini, tenda kita kata temen'' udah kayak kandang ba*i, wkwk aku cuman bisa ketawa sambil meratapi. jelas, orang awal dateng rumput semua, makin hari lumpur semua, bener'' becek, semua lumpur, cuci kaki juga percuma, ngelangkah sedikit juga kena lagi. mana aku pake swalow, berapa kali hmpir kepleset. haha jadi lebih sering ngumpul di deket kolam renang, yang gak berlumpur, tapi berlantai.
> Awal upacara pembuka, lamaaa banget. Sebenarnya lagi sakit, muka aja udah pucet. Tapi gak kepengen ke tenda, karena kayaknya seru :D
> tanah tingal serunya kita ngobrol'' bareng kak haikal sama kak jaka di tempat yang gak berlumpur deket kolam renang.
> Di hari kedua, aku, nida, sama balqis, udah gak mau balik, apalagi tidur di tenda. karena udah cuci kaki, wkwk. tidur dengan kaki yang berlumpur, kita gak mau. gak enak aja, walaupun dalam camping udah biasa sih kaya gitu.. tapi berhubung ada tempat yang bersih. yaudah kita nekat tidur di bangku'' yang ada payungnya di deket kolam renang. ahahaXD parah emang. gak pake apa'' jaket juga nggak. tidur dlm keadaan duduk. akhirnya disuruh ngambil jaket trus pindah di ruangan yang ada sofanya ;D
>Di hari kedua juga, salah satu anggota regu kami, fia pulang gara'' kulitnya bermasalah "alergi sama seafood". tanpa pamitan! makannya kita nyari'' diaa..
> Jujur, di jambore ini pengalaman pertama sama yang namanya make pelampung. Wkwkwk.. ternyata enak juga. <--- orng nora begini nih..  
> Terharu banget bisa dapet juara umum. Alhamdullillah... :)


Mau lihat kumpulan FOTO-FOTO jambore perdana JSIT 2013?? Klik DISINI!!

0 comments:

Poskan Komentar

 

Everything is Inspiring! Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template