Senin, 31 Desember 2012

Cara Merawat Hafalan Qur'an


Beruntunglah jika Anda memiliki hafalan al-Qur'an. Setidaknya itulah kelebihan yang Allah berikan kepada Anda. Kelebihan yang bisa jadi tidak semua orang merasakan karunia yang Allah telah berikan kepadamu.
Tapi, tidak setiap muslim yang memiliki hafalan dapat membacanya kembali dengan hafalannya dan menikmati setiap huruf-huruf yang ia lantunkan. Betapa banyak mereka yang memiliki hafalan al-Qur'an dan lancar ketika dibaca, namun kemudian menguap begitu saja tanpa bekas alias lupa dan sirna dari ingatan.


Apa pasal? Ya, karena ia tidak memperlakukan hafalan al-Qur'annya itu dengan baik sebagaimana mestinya. Bisa jadi inilah bentuk kelalaian itu. Kelalaian akan terjadi ketika seseorang tidak memahami hakikat memiliki hafalan, untuk apa ia menghafalkan al-Qur'an dan disibukkan dengan berbagai macam kesibukan yang melalaikan. Jadilah ia lupa berat dari amanah tersebut. Na'uzubillah.
Oleh karena itu agar kita yang ingin tetap bisa berinteraksi dengan al-Qur'an yang selalu kita baca, maka setidaknya ada beberapa cara bagaimana seharusnya mempertahankan hafalan kita dan melestarikannya agar ia senantiasa memberikan semangat hidup, dibaca selalu dan mendorong kita untuk terus menambah hafalan demi hafalan baru:
Pertama: Apabila anda telah hafal sebuah surah atau juz, selalulah ulang-ulang. Setiap saat. Ketika anda memiliki waktu luang. Dan tentu saja waktu luang itu sangatlah banyak. Hanya mungkin kita tidak sadar. Saat menunggu, saat beralih dari satu pekerjaan kepada pekerjaan lain, saat liburan dan lain sebagainya. Pengulangan bisa dilakukan dengan hafalan atau dengan mushaf al-Qur'an.
Kedua: Setiap kita pasti memiliki deposito hafalan. Yakni surah atau ayat yang pernah dihafal. Entah itu hafalan itu masih diingat atau sudah hilang. Yang pasti, surah atau ayat itu tersimpan dalam memori jangka pendek Anda. Dalam arti tersimpan dan kelak bisa dipanggil sesuai dengan keinginan Anda kapanpun dan di manapun. Dan ini bergantung kepada intensitas interaksi anda dengan hafalan itu.
Ketika Anda menjumpai ayat tersebut dan membacanya kembali secara berulang-ulang, maka ayat  itu akan kembali dan terukir dalam ingatan. Apalagi jika dibaca di tempat yang berbeda dan di waktu yang berlainan. Tentu ia akan semakin matang dan melekat.
Ketiga: Ketika menghafal sebuah surah baru maka yang harus Anda pahami adalah bahwa surah yang tengah anda hafal itu rentan 'lari' dari ingatan anda. Dan cara untuk mempertahankannya agar ia selalu mudah diingat adalah mengulang-ulanginya setiap saat. Apatah lagi jika hafalan itu baru saja anda hafal. Ia perlu waktu untuk menjadi matang dan melekat. Dan waktu dan pengulang-ulangan yang intensif adalah caranya. Nah, dari situ hafalan akan berpindah dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang. Insya Allah seiring dengan berjalannya waktu, hari dan bulan, hafalan itu akan terukir kuat dalam memori jangka panjang yang jika ditinggal dalam waktu yang lama masih kuat. Tapi, ini jangan menjadi alasan agar ia ditinggal. Karena tabiat menghafal itu ya diulang-ulang dalam rangka untuk taqorrub kepada Allah swt.
Keempat: Ingatlah tabiat menghafal. Yaitu membiasakan mengingat. Kebiasaan mengingat ayat ketika membacanya secara rutin Insya Allah akan mengasah otak kanan anda agar ingatan terus terasah tajam, menyambung sel-sel yang belum tersambung, mempertajam proses daya ingat dan mengembangkan kotak memori kita agar selalu mudah dalam menghafal apapun selain al-Qur'an. Dan ini memang terbukti. Silahkan anda baca kisah kekuatan hafalan para ulama terdahulu yang sanggup menghafal ribuan kitab-kitab tebal setelah mereka menghafal dan membaca al-Qur'an.
Kelima: Jadikan hafalan al-Qur'an anda yang sudah lancar dalam sholat. Karena bacaan al-Qur'an yang dibaca dalam sholat selain memberikan ganjaran pahala yang besar juga menjadi tolok ukur kekuatan hafalan itu. Berbeda jika kita membaca di luar sholat. Ini karena dalam sholat seseorang pasti melakukannya dengan khusyu dan sulit untuk memikirkan yang lain di luar sholat. Lakukan hal itu pada waktu-waktu emas, seperti sepertiga malam (tahajjud), setelah istirahat siang, bada subuh dan pada kondisi mood anda membaik. Insya Allah hafalan akan terasa nikmat dan lezat dibaca.
Demikian beberapa poin cara mempertahankan hafalan. Semoga Allah senantiasa memudahkan usaha kita, Amiin.

0 comments:

Poskan Komentar

 

Everything is Inspiring! Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template