Sabtu, 03 Maret 2012

Pasien Muslim Vs Pasien Kristen

 
 
 
 sumber : hidayatullah
 
 
Ketika saya menemani orang tua yang sakit kemarin dan di rawat di salah satu RS di bilangan Jakarta Timur banyak sekali pelajaran yang saya dapatkan. Di antaranya adalah para pasien yang berjejer di pembaringan dengan penyakit yang berbeda. Secara usia juga beragam. Dari yang bayi hingga yang sudah berusia 70 tahun. Sambil duduk menemani orang tua yang sakit itu, tanpa sengaja pas sekali di samping bed bapakku, ada seorang pasien yang ternyata seorang kristen. Memang si pasien kristen itu belum lama juga di rawat di sana.

Sebagai pendamping pasien, tentu saja mau tidak mau telinga saya 'menguping' semua suara yang terdengar di ruangan Cempaka itu. Karena kebetulan kamar yang di maksud itu tertutupi tirai, maka kami sesama pendamping pasien tidak bisa leluasa untuk sekedar menyapa dan mengobrol tentang masing-masing kita.

Namun, saat itu ada sebuah suara yang saya dengar dari balik tirai sebelah. Suara seorang wanita yang tengah berdoa. Ya dia berdoa untuk suaminya yang tengah berbaring sakit di sebelah bed ayahku.

Si wanita berdoa dengan khusyu dan penuh keyakinan. Salah satu isi doa yang saya tangkap adalah:
"Ya Tuhan, kami tahu bahwa panyakit ini adalah dari-Mu. Kami sadar bahwa kami lemah dan butuh kasih-Mu. Berikanlah kesembuhan kepada suami saya ini. Kami lemah dan dengan segala kerendahan hati serta keyakinan aku pada-Mu aku hanya bersandar kepada-Mu Bapa' untuk menyembuhkan dan memulihkan suamiku dari cobaan penyakit ini. Sungguh, Bapa' maha mendengar doa kami ini..dst Ameen."

Sepintas tidak ada yang ganjil pada doa wanita itu. Lantunan dan ungkapannya pun persis sama dengan isi doa yang biasa kita dengar dari atas speaker dan microfon yang terdengar di masjid dan mushalla-mushalla sekitar kita.

Hanya beberapa kata saja yang membedakan antara kita -sebagai muslim- dengan mereka, yaitu lafaz 'Bapa'Kasih' dan "Ameen' dengan menggunakan huruf 'E' pada kata Ameen. Sementara kita menggunakan lafaz 'Amiin" dengan menggunakan huruf 'A'. Dari segi arti memang sama. Yaitu 'kabulkan doa kami Tuhan." Saya sempat berpikir bahwa agama Kristen adalah agama yang memiliki banyak kesamaan dengan agama Islam. Perbedaannya mungkin hanya sebesar lidi saja, seperti yang pernah dikatakan Raja Najasyi sebelum masuk Islam di zaman Rasulullah saw dahulu.
yang bagi mereka berarti Yesus atau apalah keyakinan Trinitas mereka. Dan juga lafaz '

Hal lain yang juga membuat saya 'kagum' pada sikap wanita istri pasien itu adalah kekhusyuan dan keyakinan yang penuh kepada Tuhannya. Ia melantunkan dengan penuh ketawadhuan dan dengan ucapan yang lancar. Dalam hati saya berpikir bahwa wanita itu adalah seorang 'aktifis kristen'. Dalam arti aktif menjalankan agamanya. Ini terbukti dari doanya yang lancar dan bermakna kepasrahan total kepada Tuhannya, Yesus.

Sementara di sisi lain, saya juga menyaksikan beberapa pasien muslim dan kerabat yang menungguinya, tapi sama sekali tidak terlihat sikap kedekatannya kepada Allah. Tidak nampak ia shalat, berdoa secara khusus dan hal lainnya. Meski ada juga yang telihat shalat dan mengaji di sela-sela waktunya mendampingi keluarganya sakit.

Banyak sekali pelajaran yang melekat dari balik kisah di atas. Setidaknya bagi kita yang sakit dan juga penunggunya, bahwa sakit itu harus mengantarkan seseorang lebih dekat kepada Tuhannya. Bukan malah dekat kepada bentuk keyakinan-keyakinan lainnya yang tidak jelas dan dilarang agama. Bagi kita yang muslim, sakit adalah saudara kematian. Orang yang sakit berarti tengah berada dalam kondisi peringatan Allah akan dekatnya masa kematian. Si pasien saat itu berada dalam kondisi antara hidup dan mati. Apatah lagi jika penyakit yang dideritanya adalah penyakit parah dan mengancam nyawanya. Sudah pasti bayang-bayang malaikat maut adalah di depannya. Karena dokter sendiri hanya berusaha semaksimal mungkin untuk menyembuhkannya. Selebihnya adalah doa kepada yang memberikan penyakit dan menyembuhkannya.

Sekali lagi inilah ibroh berharga buat kita yang dalam hidup ini tidak lepas dari yang namanya musibah, sakit, rumah sakit dan berujung kepada kesehatan atau kematian.

Allah berfirman: "..maka ambillah pelajaran hai orang-orang yang memiliki akal."(Qs al-Hasyr: 2)

Wallahu a'lam bish-showab.
 


0 comments:

Poskan Komentar

 

Everything is Inspiring! Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template