Sabtu, 03 Maret 2012

Mengatasi kendala dalam menghafal al-qur'an

Menghafal merupakan amal ibadah yang sangat mulia bagi seorang muslim. Saking mulianya aktifitas menghafal ini begitu berperan penting dalam ibadah ritual kita. Bagaimana tidak? Setidaknya ketika melakukan shalat lima waktu, hafalan ayat-ayat al-Qur'an akan banyak menentukan khusyu tidaknya shalat yang bersangkutan. Semakin banyak ia mempunyai hafalan al-Qur'an dan mampu meresapinya maka akan semakin nikmat ia dibuatnya. Begitu pula hal ini akan berlangsung ketika di luar shalat. Karena output tadabbut itu berimbas pada gerak-gerik kehidupan.


Berbicara tentang menghafal al-Qur'an dan seluk-beluknya, hampir sebagian kita pasti mengalami berbagai macam hambatan yang seringkali menyulitkan dan mengendurkan semangatnya. Agar hal ini tidak berkepanjangan terjadi pada diri Anda, setidak ada 2 macam hambatan tersebut, yaitu:
Hambatan Pertama: Banyak Lupa.
Memang secara tabiat lawan kata dari menghafal atau ingat itu adalah lupa. Apalagi kalau anda hadapkan dengan hafalan al-Qur'an yang sedang anda lakukan. Pasti itu akan terjadi banyak sekali.
Lalu, Bagaimana kita menaklukkan kendala lupa ini?
Anda harus membuat jadwal murojaah (review) apa yang sudah anda hafal itu. Sebagaimana anda membuat jadwal menghafal, maka begitu pula anda wajb membuat jadwal untuk murojaah.
Rasulullah Saw sebagai penghafal al-Qur'an pertama dari malaikat Jibril bersabda:
تعاهدوا هذا القرآن فو الذي نفسى بيده لهو أشد تفلتا من الإبل فى عقلها
"Jagalah al-Qur'an ini. Demi Zat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, al-Qur'an ini lebih cepat hilang (dari ingatan seseorang) daripada ikatan yang ada pada seekor unta." (HR. Bukhari).
Jika anda tidak menjaga dengan serius hafalan anda itu secara kontinyu sedikit demi sedikit maka hafalan itu akan hilang dari benak anda.
Karenanya, sekali lagi jangan sampai proses murojaah terputus dari kegiatan menghafal anda secara mutlak. Malah harus selalu berjalan berdampingan.
Hafalan yang lancar dan melekat pasti akan membangkitkan rasa tsiqoh (percaya diri) di dalam jiwa dan menjadi daya rangsang yang sangat kuat untuk dievaluasi. Bahkan akan melahirkan di dalam jiwa rasa gembira dan bahagia yang tidak dirasakan oleh orang lain.
Kira-kira bagaimana caranya mengingat sesuatu yang amat penting di dalam memori?
Setidaknya ada 5 cara menjaga apa yang sudah anda hafalkan itu:
a. Selalu mengulang-ulangnya, sebab kalau tidak ia akan hilang dengan cepat tanpa bekas
Sungguh, tidak murojaah adalah dasar terjadinya kelupaan. Anda bisa mengatasinya dengan banyak-banyak mendengar hafalan anda itu atau memurojaahnya langsung bagaimana enaknya anda saja. Yang penting hafalan itu bisa tetap melekat dan mudah diingat kembali.
b. Memberikan perhatian penuh.
Ada sebuah kecenderungan alami untuk mengingat apa yang kita selalu perhatikan. Kita mengingat apa yang memang kita ingin ingat. Karenanya, berikanlah porsi yang banyak pada apa yang ingin anda hafal dan anda ingat. Dengan  begitu anda akan mampu mengingat lebih baik lagi.
c. Buatlah Orientasi yang benar tentang hafalan Anda itu.
Ingat..! Anda akan susah mempelajari sesuatu apabila tidak memiliki orientasi dari mempelajarinya. Nah, ketika anda memiliki orientasi yang jelas maka Anda -Insya Allah- akan mudah melakukannya. Dan itu hafalan itu ke depan akan mudah dihadirkan kapan saja dengan baik dan lancar.
d. Pikirkanlah pada setiap apa yang berhubungan dengan yang Anda ingin ingat.
e. Rileks dan ambil nafas dalam-dalam.
Kapan saja jiwa kita bisa dihinggapi perasaan tertekan sehingga menyebabkan pengaruh pada memori. Solusinya bisa dengan sikap santai. Coba perhatkan misalnya seorang siswa setelah menerima lembaran jawaban maka ia akan menjumpai pertanyaan-pertanyaan yang sulit itu hadir di benaknya. Terkadang juga perasaan tertekan itu hilang dan memorinya kembali padanya.
Atau seorang khatib ketika usai menyampaikan khutbahnya, akan berseliwerang dalam ingatannya poin-poin indah yang baru saja ia sampaikan.
Sungguh, bersikap rileks, menarik nafas panjang-panjang dan memejamkan kedua mata akan membantu anda memanggil berbaga informasi yang memang sudah anda di memori anda.
Hambatan Kedua: Bosan dan Futur (melemah)
Apa kira-kira yang Anda lakukan ketika rasa malas dan futur menghantui?
a. Sadarilah bahwa anda pasti akan melalui kondisi seperti ini.
Solusinya: Berhenti sejenak dari kegiatan hafal-menghafal dengan tujuan mengembalikan pikiran segar anda, dan mengulang konsentrasi. Curhatlah kepada orang-orang yang lebih paham dari anda, seperti misalnya curhat kepada guru, sahabat dekat atau kelurga anda.
b. Ingatkan diri Anda tentang pentingnya merampungkan apa yang sudah menjadi impian anda itu.
c. Kembali kepada khittah (awal mula menghafal itu untuk apa?)
d. Lakukan latihan-latihan berpikir alam bawah setiap kali anda merasa futur.
Itulah beberapa resep cespleng perihal seluk-beluk hambatan menghafal al-Qur'an. Mudah-mudahan bisa membantu anda melanjutkan hafalan anda di tempat anda masing-masing. Dan salam cepat menghafal, semoga Allah meridhoi amal kita ini, Amiin
 
 
dari : hidayatullah

0 comments:

Poskan Komentar

 

Everything is Inspiring! Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template