Minggu, 22 Januari 2012

Kisah Kesuksesan Kaskus

Artikel yang saya ulas di sini saya ambil dari beberapa referensi dengan tidak lupa saya cantumkan dari mana penulisnya. Semoga dari cerita kisah kesuksesan kaskus ini bisa lebih memotivasi para blogger. Begini ceritanya…hehehe
Tanggal 2 Juli 2010 aku membaca koran Jawa Pos. Di sana ada ulasan menarik tentang portal berita dan forum komunitas kaskus. Bisa dibilang itu merupakan cover story di balik kesuksesan kaskus seperti sekarang ini.
Siapa sangka, ternyata kaskus.us berada di peringkat keenam situs yang paling banyak dikunjungi di Indonesia. Sebab, “lima situs teratas adalah situs asing, sedangkan kaskus adalah situs nomor satu di Indonesia,” ujar Andrew (pendiri Kaskus).
Hingga sekarang, anggota kaskus lebih dari 1.82 juta orang. Total post-nya lebih dari 188 juta. Dalam sehari, halamannya rata-rata dikunjungi 15 ribu kali oleh lebih dari 600 ribu orang. Bahkan, pada jam-jam tertentu, lebih dari 37 ribu anggotanya online bersamaan.
Kaskus sendiri dilahirkan Andrew -pria yang akrab dipanggil mimin oleh anggota kaskus ini- ketika kuliah di jurusan Multimedia & Web Design, Art Institue of Seattle. Andrew membuat situs ini sebagai tugas kuliahnya pada 6 November 1999.
Teman-teman sekelasnya umumnya membuat situs pribadi untuk memamerkan kegiatan outdoor atau hobi masing-masing.” Mereka yang suka naik gunung, olahraga, atau hobi lain memajang foto-foto kegiatan mereka di situs pribadi,” kenang anak kedua dari empat bersaudara pasangan Antonius Darwis dan Nancy Amidjoyo ini.
Pria 30 tahun ini tidak bisa membuat situs serupa karena mengaku tidak piawai di lapangan olahraga atau memiliki hobi outing. Karena itu, muncul ide membuat portal berita yang dilengkapi forum komunikasi sebagai tugas kuliah.
Andrew lantas memutuskan membesarkan Kaskus menjadi protal berita dan forum komunitas mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat, khususnya di Seattle. Namun, dia kesulitan mencari berita dari Indonesia. “Mencari berita Indonesia di Amerika ketika itu susahnya minta ampun. Indoensia bisa masuk berita di sana juga kalau pas ada gempa atau kerusuhan saja,” tuturnya.
Karena kesulitan itu, kaskus akhirnay fokus ke forum komunitas. “Cocok dengan nama kaskus yang berarti kasak-kusuk atau pendiri kaskus 1 200x300 Belajar dari Kisah Kesuksesan Kaskus Large Indonesian Communitynggosip. Lumayan, member awalnya hanya 10 orang teman sendiri,” tuturnya.
Dalam waktu singkat, anggota kaskus bertambah. Member-nya mengenal status kaskus ketika itu sebagai situs porno. Ketika itu, forum BB17 (buka-bukaan 17) yang mempertukarkan gambar-gambar panas memang menjadi salah satu daya tarik utama menjadi member kaskus. Forum itu akhirnya ditutp pada 2008 ketika diberlakukan UU Informasi dan Transaksi Elektronika. “padahal BB17 itu hanya bagian kecil dari Kaskus. Daripada nilai setitik rusak susu sebelanga, ya sudah, kita tutp saja forum itu,” paparnya.
Awalnya, andrew sempat khawatir penututpan program BB17 mengurangi jumlah anggotanya yang ketika itu sudah lebih dari 300 ribu orang. “ternyata kekhawatiran itu tidak terbukti. Member malah naik 300 persen karena setelah tidak ada BB17, perempuan bersedia jadi member. Dulu waktu masih ada BB17, perempuan sedikit sekali,” tutur Master of Computer Science d I Seattle University ini.
Kini fitur favorit di kaskus adalah forum jual beli. Dalam forum itu member dapat menjual dan membeli aneka jenis barang tanpa batas, termasuk jual beli. Dalam forum itu meber dapat menjual dan membeli aneka jenis barang tanpa batas, termasuk jual-beli organ tubuh seperti ginjal. Rata-rata seribu transaksi setiap hari. “Saya sendiri pernah pesan ikan asin dari member di Kalimantan seharga Rp. 30 ribu,” ujarnya lantas tertawa.
Untuk menambah member di Indonesia, Andrew merekrut sepupunya Ken Dean Lawadinata dan sahabatnya, Danny, menjadi moderator forum di Indonesia. Ken Kini chief executive officer (CEO) kaskus, sedangkan Danny kini chief marketing officer (CMO) kaskus.
Modal awal kaskus ketika didirikan hanyalah biaya sewa server USD 7 per ulan. Belakangan, setelah kebututhan server dan operasional semakin besar, Andrew dan sejumlah temannya patungan menyuntukkan modal Rp 800 juta. “Kita patungan lagi biaya launching besar-besaran. Habis Rp 300 juta,” imbuhnya.
Untuk memodali kaskus, andrfew membongkar tabungannya ketika bekerja sebagai karyawan perpustakaan dan di sebuah laboratorium koputer di Amrika. “Kerjanya nggak teknik computer. Malah lebih ke beres=beres computer, isi tinta, kertas printer. Ya, begitu=begitu saja,” ungkap pria yang matanya minus 1.5 ini.
Begitu kuliah selesai, Andrew mendapat pekerjaan di kota yang sama di perusahaan wbe design Thor loki selama tiga tahun dengan gaji per bulan USD 1.500. “Gajinya sebetulnya kecil. Karena standar gaji web design di sana itu minimal USd 3.000. tapi, berhubung car I kerja susah, ya saya ambil,” terangnya.
Sambil bekerja, Andrew melanjutkan kuliah S-2 di Seattle University untuk jurusan Computer Science. Setelah lulus, Andrew pindah kerja dengan membangun portal musik, lyrics.com. bosnya ketika itu warga keturunan Vietnam yang sudah menjadi warga Negara Amerika Serikat.
Pria 30 tahun ini memutuskan pulang ke Indonesia 2008 untuk membesarkan kaskus. “Sebenarnya saat itu kalau mau tinggal di Amerika sudah enak. Sudah punya pekerjaan. Walaupun gaji tidak besar, cukup untuk kredit rumah dan mobil,” paparnya.
Setahun pertama di Indonesia, Andrew harus menerima kenyataan tidak meneria gaji setahun, meski dia berhak menerima gaji Rp 4 juta per bulan. Ini disebbakan kaskus baru bias mendapat pemasukan dari iklan pada awal 2009 atau sehatun setelah resmi di launching.
“Dulu sulit sekali mengajak kien beriklan di internet. Saya sampai selalu ikut orang marketing ke setiap[ klien yang kita temui,” tuturnya.
Kini, kaskus telah memiliki 35 karyawan. Andrew enggan membuka rahasia penghasilan iklan kaskus. Namun, pada akhir 2008, rata-rata pendapatan iklan kaskus sudah Rp 2-3 miliar per bulan.
“Dulu kendaraan operasional perusahaan itu angkutan umum. Sekarang sudah punya satu mobil, meski kantornya masih sewa,” tutur Andrew lantas tertawa.
Dengan potensi besarnya, kaskus telah lama menjadi liriikan investor asing. Raksasa Google dan Yahoo! Dikabarkan telah menawar kaskus senilai USD 50 juta (sekitar Rp 475 miliar). Tawaran itu ditampik mentah-metntah oleh Andrew. “Sebenarnya kalau ada yang berani membeli USD 60 juta saja, saya lepas,” canda pria kelahiran 20 juli 1979 ini.
Andrew tidak memungkiri tawaran yang dating nilainya sangat besar. Meski demikian, dia harus melihat visi dan misi perusahaan yang membelinya. “Kalau ternyata visi misinya beda, lebih baik tidak dijual,” katanya.
Bagi Andrew, melepaskan kaskus boleh jadi seperti melepaskan sebagian hidupnya. Selama 10 tahun tinggal di amerika serikat, pria yang terbilang tampan ini hanya bergaul dengan computer dan internet, tanpa sempat pacaran. “Lagi pula Seattle itu lebih sering hujan, jadi untung bagi orang yang lebih suka di dalam rungan seperti saya,” katanya sambi terkekeh.
Sumber : oaseimani

0 comments:

Poskan Komentar

 

Everything is Inspiring! Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template