Selasa, 06 September 2011

Bangunan Bangunan Kuno Yang Tidak Bisa Dijelaskan Oleh Para Ahli


Bangunan Bangunan Kuno Yang Tidak Bisa Dijelaskan Oleh Para Ahli
Keberadaan makhluk luar angkasa memang selalu jadi pro kontra di sekitar kita. Ada yang sama sekali nggak percaya, tapi banyak juga yang meyakini bahwa makhluk tersebut benar-benar ada, bahkan pernah berkunjung ke bumi.
Keyakinan ini diperkuat dengan banyaknya penemuan sejarah yang disebut-sebut sebagai peninggalan alien. Para peneliti menganggap ‘kecanggihan’ dan ‘kerumitan’ beberapa bangunan itu rasanya mustahil dibangun oleh manusia pada jaman kuno yang belum secanggih sekarang.

6. Struktur Trilithon

Trilithon Baalbek adalah tiga blok batu besar yang merupakan salah satu dari set bagian dari dasar Kuil Jupiter Baal (“Heliopolitan Zeus”) di Baalbek. Mereka begitu besar sehingga orang tidak bisa membayangkan bagaimana mereka dipotong lalu diangkut ketempatnya. Ternyata dari ketiga blok batu tersebut masih ada satu blok lagi yang masih digali, lebih panjang tiga meter dari blok Trilithon yang diperkirakan beratnya 1.200 ton. Warga setempat telah menamakannya Hajar elGouble (Batu dari Selatan) dan Hajar el Hibla (Stone dari Wanita Hamil).

5. Garis Nazca

Para ahli telah menyimpulkan bahwa Garis-garis Nazca dibuat untuk sesuatu diatas sana, karena tak mungkin melihat simbol-simbol tersebut dari bumi. Namun yang paling baru adalah, spekulasi bahwa garis-garis Nazca adalah sebuah landasan semacam pesawat terbang, karena mempunyai panjang bermil-mil dan percaya atau tidak garis itu terbentang sangat lurus. Bahkan disebuah bukit terdapat garis menyerupai jalan yang nampaknya susah untuk dibuat dengan peralatan yang ada pada zamannya, karena mampu membuat jalan itu berada diatas bukit dengan permukaan yang sangat rata. Sangat berbeda bila dibandingkan dengan bukit-bukit yang ada disekitarnya (mempunyai puncak kerucut).

4. Sacsayhuamán

Sacsayhuamán , biasa disebut juga dengan Saksaq Waman , adalah reruntuhan kuno Inca di ketinggian 3.701 meter. Ini adalah kompleks berdinding yang sarat dengan misteri di dekat kota tua Cusco, Peru . Benteng besar dibangun oleh blok batu besar seberat 300 ton keatas, tapi tidak ada yang tahu bagaimana batu-batu ini dipotong, dipindahkan dan dimasukkan ke dalam tempatnya. Metode konstruksi dari pembangun tembok-tembok megalitik ini masih merupakan misteri, karena Anda tidak dapat menyelipkan sepotong kertas antara sebagian celah-celah batu besar tersebut, antara batu benar-benar rapat!

3. Piramida Giza

Dari 118 piramida yang telah ditemukan, ada satu yang dianggap sebagai pencapaian terbesar bangsa Mesir, yaitu Piramida Khufu (cheops). Piramida ini adalah satu diantara tiga piramida yang terletak di wilayah Giza. Dua lainnya yang berukuran lebih kecil bernama piramida Khafre dan Piramida Menkaure. Piramida Khufu mulai menarik perhatian dunia ketika Herodotus, sejarawan Yunani, menyinggungnya dalam tulisan-tulisannya. Diperkirakan sekitar 20.000 – 30.000 pekerja membangunnya dalam kurun waktu 80 tahun. Piramida ini dibangun sebagai kuburan bagi raja Khufu dari dinasti ke-4 Mesir. Sampai sekarang struktur raksasa yang luar biasa ini belum bisa ditiru oleh teknologi modern.
Piramida Khufu dibuat dengan struktur berupa empat sisi triangular dan dasar segiempat sama sisi. Luasnya meliputi wilayah sekitar 0,5 km2. Tingginya sekitar 148 meter. Namun karena erosi, maka piramida itu kini hanya memiliki tinggi 137 meter yang tediri dari 203 undakan. Panjang masing-masing sisi dasarnya adalah 230 meter. Sudutnya adalah pada 51 derajat, 51 menit dan 14,3 detik. Ia juga memegang rekor sebagai bangunan tertinggi di dunia selama 3.800 tahun.
Jumlah batu yang digunakan untuk membangun piramida ini berjumlah sekitar 2,5 juta blok batu. Masing-masing seberat 2 ton hingga 70 ton dan berat total piramida ini diperkirakan sekitar 6,5 juta ton. Ini membuat piramida ini menjadi struktur bangunan terberat di dunia. Ini juga berarti Arsitek piramida tersebut memiliki pengetahuan mengenai geologi untuk menentukan lokasi pembangunan yang kuat menahan beban seberat itu.
kebanyakan jenis batu yang digunakan untuk membangunnya adalah batu kapur kuning. Namun untuk beberapa interior, ia menggunakan batu granit yang keras. Luar biasanya, batu yang ada di puncak piramida dan di dasar piramida memiliki jenis sama dan diperkirakan berasal dari pertambangan batu yang sama. Batu-batu ini dipotong dengan presisi yang luar biasa sehingga ketika ditumpuk, sekeping kartu atm tidak bisa menembus celahnya.

2. Puma Punku

Puma Punku, benar-benar mengejutkan imajinasi kita. Ini merupakan sisa-sisa dermaga besar di Danau Titicaca lama yang tersusun di atas pantai Tiahuanaco dan sebagian besar saat ini terdapat empat bangunan yang sayangnya telah ambruk. Salah satu konstruksi dari dermaga itu dibuat dari suatu benda yang diperkirakan berbobot 440 ton (setara dengan hampir 600 ukuran mobil berukuran penuh) dan beberapa konstruksi lainnya antara 100 dan 150 ton.
Tiahuanacao sendiri (juga dikenal sebagai Tiwanaku) adalah sebuah misteri, dikarenakan umurnya yang diklaim sudah sekitar 17000 tahun keagungan struktur megalithicnya, lokasinya, dan alasan kota ini dibuat di tempat yang terisolir. Tihuanaco juga diyakini merupakan pusat acara keagamaan, dan pusat perkembangan kebudayaan di daerah itu. Di sini dulu juga pernah berdiri tegak sebuah piramida batu, yang disebut Akapana. Ketika pertama kali ditemukan, piramida ini tertimbun pasir.Setelah diekskavasi dalam beberapa dekade akhirnya dinding dari piramida tersebut sudah mulai terlihat.
Pumapunku, adalah sebuah kompleks yang kemungkinan besar dulu digunakan untuk acara keagamaan. Bangunan-bangunan di sini dipoting dengan sangat halus, dengan berat masing-masing bongkahan rata – rata lebih dari 100 ton. Puma punku terletak di selatan Akapana. Dan dari posisi ini, kita bisa melihat gunung “suci”, sebuah gunung yang dikaitkan dengan ritual keagamaan warga setempat, jauh di timur sana.

 1. Göbekli Tepe

Di selatan Turki, tepat di utara perbatasan dengan Suriah, terdapat tiga lingkaran batu megalitik berusia ribuan tahun, lebih tua daripada batu lingkaran Stonehenge. Anehnya, lingkaran-lingkaran batu kuno ini dibangun oleh kelompok pemburu pada masa itu. Sebelumnya, dipercaya bahwa manusia purba tidak mungkin bisa membuat bangunan itu, sampai mereka mencapai taraf kemajuan tertentu. Ketika ditemukan, lingkaran batu itu dalam keadaan terkubur. Tak ada yang tahu apa alasan atau latar belakang kenapa benda itu terkubur. Namun sebagian orang percaya bahwa Göbekli Tepe dan wilayah sekitarnya adalah awal dari sejarah manusia yakni lokasi Taman Eden sebagaimana yang dikisahkan dalam Alkitab.


Sumber: Dari berbagai sumber Gambar: Google

0 comments:

Poskan Komentar

 

Everything is Inspiring! Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template